Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan Teken Pra-Nota Kesepahaman, Fokus ke Logistik hingga Hilirisasi Industri

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 13:18:59 WIB
Penandatanganan pra-nota kesepahaman antara Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan di Tenggarong, Selasa (12/5/2026).

TENGGARONG — Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan pra-nota kesepahaman antara Penjabat Ketua Kadin Kukar, Dedi Sudarya, dan Direktur PT Tunggang Parangan, Awang Muhammad Lutfi, pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini disebut sebagai respons atas perlambatan ekonomi yang masih membayangi daerah.

“Ini langkah yang realistis dan perlu dilakukan agar dunia usaha di Kutai Kartanegara tetap bergerak dan berkembang,” ujar Dedi kepada awak media di Tenggarong.

Empat Sektor Strategis Jadi Prioritas

Lewat kerja sama tersebut, Kadin Kukar dan PT Tunggang Parangan sepakat mengembangkan potensi usaha di empat sektor utama. Pertama, logistik maritim untuk memperkuat rantai pasok barang di wilayah perairan Kukar. Kedua, pertanian non-ekstraktif yang diharapkan mengurangi ketergantungan pada sektor tambang.

Ketiga, pariwisata berbasis potensi lokal, dan keempat, hilirisasi industri untuk menambah nilai produk daerah. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk membuka akses pasar dan memperluas peluang investasi bagi pelaku usaha lokal.

“Harapannya tentu kerja sama ini dapat memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelas Dedi.

Menepis Isu Pergantian Direksi

Nota kesepahaman ini muncul di tengah kabar evaluasi jabatan Direktur PT Tunggang Parangan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar. Menanggapi hal itu, Dedi menegaskan bahwa persoalan pergantian direksi merupakan kewenangan kepala daerah selaku pemegang saham utama perusahaan.

“Itu domain Bupati selaku pemegang saham utama. Kami di Kadin fokus pada bagaimana dunia usaha tetap tumbuh dan bergerak,” katanya.

Dedi menilai seluruh pihak sebaiknya lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan dibanding hanya membahas dinamika internal perusahaan daerah. “Yang paling penting sekarang bagaimana ekonomi daerah tetap berjalan dan masyarakat punya peluang kerja. Apa pun dinamika yang ada, kita harus tetap bergerak,” pungkasnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: ayobaca.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top