KALIMANTAN TIMUR — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan pasar hybrid nasional melemah pada Agustus 2026. Dari 10 model terlaris, tujuh di antaranya kompak turun, sementara tiga model lain berhasil mencatat pertumbuhan.
Dua model Toyota memimpin daftar dengan kontribusi yang mendominasi. Toyota Veloz Hybrid terdistribusi 2.267 unit, naik 127 unit dari 2.140 unit pada Juli.
Posisi kedua ditempati Kijang Innova Zenix Hybrid dengan 2.137 unit. Angka itu turun 12% dari 2.429 unit bulan sebelumnya.
Gabungan keduanya saja menyumbang lebih dari 4.400 unit, setara hampir 60% dari total penjualan hybrid nasional Agustus 2026.
Mild hybrid Suzuki Fronx mencatat pertumbuhan 21,4%, dari 548 unit pada Juli menjadi 665 unit pada Agustus. Posisinya di urutan ketiga.
Berbeda dengan saudaranya, Suzuki XL-7 Hybrid turun 12,2% di posisi keempat. Distribusinya menyusut dari 681 unit menjadi 598 unit.
Kejutan datang dari Mitsubishi Xforce HEV di posisi kelima. Model ini melonjak 53,6%, dari 235 unit menjadi 361 unit.
Honda HR-V e:HEV di urutan keenam nyaris stagnan, hanya naik 1,4% dari 215 unit ke 218 unit.
Tiga model di posisi bawah kompak tertekan. Toyota Alphard Hybrid anjlok 37%, dari 311 unit menjadi 196 unit.
Toyota Yaris Cross Hybrid mencatat penurunan terdalam di antara 10 besar, yakni 52,5%, dari 354 unit menjadi hanya 168 unit.
Chery Tiggo Cross CSH juga melemah 30,7%, dari 163 unit menjadi 113 unit.
Toyota menempatkan empat model di 10 besar: Veloz, Kijang Innova Zenix, Alphard, dan Yaris Cross. Suzuki menyusul dengan tiga wakilnya, yaitu Fronx, XL-7, dan Grand Vitara.
Secara keseluruhan, hanya Veloz Hybrid, Fronx Hybrid, dan Xforce HEV yang tumbuh positif pada Agustus 2026. Tujuh model lain turun, sejalan dengan tren total penjualan hybrid nasional yang menyusut dari 8.004 unit menjadi 7.667 unit.