KALIMANTAN TIMUR — Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026 berlangsung 15-17 Oktober di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta, mempertemukan industri pariwisata nasional dengan lebih dari 100 buyer internasional dari 34 negara. Ajang B2B tahun ketiga ini juga menghadirkan lebih dari 200 buyer perusahaan nasional dalam rangkaian business matching. Pameran menjadi bagian rangkaian "Menuju 5 Abad Jakarta".
Kementerian Pariwisata menggandeng Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan WITF 2026 dengan tema "Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism". Penyelenggara menargetkan ajang ini berkembang menjadi B2B Tourism Tradeshow Indonesia berkelas dunia.
Puluhan exhibitor dari berbagai subsektor terlibat, mulai dari tour operator, travel agent, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, kereta penumpang, desa wisata, liveaboard, theme park, restoran, wellness, hingga produk pendukung perjalanan wisata.
WITF 2026 berlangsung selama tiga hari, 15-17 Oktober 2026, di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta. Penyelenggaraan tahun ini menandai edisi ketiga sejak pertama kali digelar.
Jakarta dipilih karena posisi strategisnya sebagai gateway dan hub pariwisata Indonesia. "Melalui WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu langsung dengan pasar internasional," ujar Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani.
Lebih dari 100 international buyers dari 34 negara dipastikan hadir. Dari pasar domestik, lebih dari 200 buyer dari perusahaan nasional turut serta dalam sesi business matching.
Kementerian Pariwisata memfasilitasi booth Wonderful Indonesia bagi pelaku industri dalam negeri. Peserta yang terlibat mencakup desa wisata, travel agent, industri wellness, taman wisata, hingga wisata sekolah.
Produk dan paket wisata unggulan dari para pelaku industri tersebut ditawarkan kepada buyer dan pengunjung selama pameran berlangsung.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan penguatan promosi dan perluasan akses pasar sebagai kunci menjaga pertumbuhan sektor pariwisata di tengah perubahan lanskap global.
"Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia," kata Widiyanti dalam konferensi pers WITF 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Forum B2B seperti WITF memberi pelaku industri kesempatan berinteraksi langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, sekaligus memperkenalkan destinasi dan produk pariwisata Indonesia.
Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata menyoroti ketidakpastian geopolitik global sepanjang 2026 yang dapat memengaruhi pola perjalanan wisatawan dan keputusan buyer.
"Dalam kondisi global yang penuh tantangan, industri tidak boleh berhenti bergerak. Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif," kata Budi.
Pelaku industri pariwisata dalam negeri yang berminat mengikuti WITF 2026 dapat memanfaatkan booth Wonderful Indonesia yang difasilitasi Kementerian Pariwisata. Informasi terkini soal pendaftaran peserta, jadwal sesi business matching, dan ketentuan pameran dapat dikonfirmasi langsung ke Kementerian Pariwisata atau GIPI.
Bagi pengunjung umum, pameran ini menjadi kesempatan melihat langsung penawaran paket wisata dari berbagai daerah. Catat tanggal 15-17 Oktober 2026 dan siapkan waktu setidaknya setengah hari untuk menelusuri seluruh booth di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran.