Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Gekrafs Kaltim periode 2026–2031 dalam Musyawarah Wilayah II di Samarinda. Muswil yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono, itu dihadiri utusan resmi dari enam Dewan Pimpinan Cabang kabupaten/kota. Kepengurusan baru langsung diinstruksikan merapikan data pelaku UMKM dan pelaku kreatif daerah menyambut peluang IKN.
SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menilai Gekrafs wilayah setempat berperan sebagai motor penggerak pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif. Penilaian itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat membuka forum tertinggi organisasi tersebut.
Subsektor yang menjadi fokus unggulan daerah mencakup kuliner, kriya, fesyen, dan seni pertunjukan. Menurut Seno, pengembangan keempat bidang itu perlu didukung penuh agar berdampak ekonomi bagi masyarakat Bumi Etam.
Ketua Gekrafs Kaltim periode 2022–2026 Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim menyebut kepengurusannya telah membentuk enam DPC. Enam wilayah itu adalah Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau.
Empat wilayah belum memiliki kepengurusan cabang, yakni Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Kepengurusan baru ditargetkan segera merampungkan pembentukan di empat daerah tersisa itu.
Selama empat tahun terakhir, Gekrafs Kaltim menjalankan program tanpa dukungan APBD. Mirza menyatakan pendanaan berasal dari swadaya pengurus dan kolaborasi dengan sejumlah pihak di luar pemerintahan.
"Untuk pelaksanaan program selama 2022 hingga 2026, kepengurusan melaksanakannya tanpa dukungan APBD, melainkan melalui swadaya pengurus dan kolaborasi dengan sejumlah pihak di luar pemerintahan," kata Mirza.
Usai terpilih, Seno menginstruksikan kepengurusan baru segera merapikan data pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta pelaku kreatif daerah. Pendataan itu dinilai sebagai kesiapan strategis menyambut peluang hadirnya Ibu Kota Nusantara.
Kepengurusan baru juga diminta gencar menyosialisasikan keterkaitan antara gerakan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif. Seno menegaskan komitmen pemerintah daerah memfasilitasi kolaborasi antarsektor.
Perusahaan swasta di Kaltim didorong aktif mengambil peran membina produk lokal masyarakat. Menurut Seno, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar program ekonomi kreatif tidak berhenti di tataran seremonial.
Ekonomi kreatif nasional mencakup 21 subsektor dengan karakter pengembangan berbeda di tiap daerah. Kaltim menempatkan kuliner, kriya, fesyen, dan seni pertunjukan sebagai prioritas karena dinilai paling dekat dengan keseharian warga.
"Ekonomi kreatif memiliki 21 subsektor, dengan fokus unggulan daerah seperti kuliner, kriya, fesyen, dan seni pertunjukan. Ini semua perlu didukung penuh pengembangannya agar berdampak ekonomi bagi masyarakat," kata Seno Aji di Samarinda, Sabtu.
Seno berharap program Gekrafs Kaltim ke depan semakin tajam sehingga organisasi itu benar-benar memberikan manfaat nyata. Ia ingin Gekrafs terlibat dalam setiap kegiatan ekonomi kreatif di Bumi Etam.
Gekrafs merupakan organisasi kemasyarakatan non-pemerintah dan non-profit yang didirikan pada 22 Januari 2019. Sejumlah tokoh nasional, termasuk Sandiaga Uno, ikut mendirikan organisasi ini.
Organisasi berfungsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong potensi ekonomi baru berbasis inovasi dan kreativitas menuju Indonesia Emas 2045. Di Kaltim, posisi itu kini dipegang kepengurusan yang dipimpin Wakil Gubernur Seno Aji hingga 2031.