Pemprov Kaltim Bangun Ekosistem Fesyen dari Pelatihan SMK hingga Business Matching UMKM

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 09:46:01 WIB
Pembukaan BIFF 2026 di Odam Etam Samarinda, Sabtu (3/10/2026).

SAMARINDA — Pemprov Kaltim menempatkan BIFF 2026 sebagai pintu masuk penguatan rantai usaha fesyen, bukan sekadar panggung peragaan. Ajang itu dibuka di Odam Etam Samarinda, Sabtu 3 Oktober 2026, dengan agenda yang menyambung hulu ke hilir.

Di sisi hulu, pemerintah menyiapkan pelatihan bagi pelaku usaha dan lulusan sekolah menengah kejuruan tata busana. Program itu diarahkan mencetak desainer baru sekaligus melakukan regenerasi di Kalimantan Timur.

Business Matching Digelar di Empat Daerah

Pemprov juga mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli melalui business matching. Kegiatan serupa telah berlangsung di Paser, Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.

Menurut Heni, peluang pasar tidak terbatas pada produk fashion. Keripik, amplang, dan sambal dinilai punya daya tarik tersendiri di pasar luar negeri.

"Ternyata itu juga disukai dan punya potensi pasar di Australia," ujarnya.

Fashion Show Jadi Muara Publikasi Karya Desainer

Peragaan busana dalam BIFF berfungsi sebagai hilir yang mempublikasikan karya para desainer Kaltim. Jika ekosistem terbangun, produk wastra dan kriya diharapkan punya peluang dibeli, digunakan, hingga diekspor.

Heni menyebut kreativitas desainer dan pelaku UKM Kaltim sebagai modal strategis pengembangan industri kreatif daerah.

"Kita harus berbangga. Ternyata desainer kita, pelaku-pelaku UKM kita itu tidak kalah," kata Heni.

Ia menegaskan pendekatan hulu-hilir menjadi kunci agar industri fesyen daerah tidak berhenti di panggung.

"Sebetulnya BIFF ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun ekosistem wastra dan kriya Kalimantan Timur. Jadi, kita harus bicara dari hulu sampai hilir atau muaranya," ujar Heni dalam pembukaan BIFF 2026.

Pelatihan Tata Busana Sasaran Lulusan SMK

Pelatihan bagi lulusan SMK tata busana menjadi salah satu instrumen regenerasi desainer. Pemerintah berharap pasokan tenaga terampil di sektor fesyen terus berjalan, seiring kebutuhan pasar yang tumbuh.

Business matching disebut telah mempertemukan UMKM dengan buyer di beberapa daerah. Skema itu memberi pelaku usaha akses langsung ke jaringan pembeli, tanpa harus menunggu pameran besar.

Produk makanan dan minuman olahan Kaltim masuk dalam daftar yang dipromosikan. Keripik, amplang, dan sambal disebut memiliki potensi pasar di Australia.

Dengan rangkaian pelatihan, business matching, dan fashion show, Pemprov Kaltim menargetkan ekosistem wastra dan kriya berdiri utuh. Hilirnya bukan hanya pertunjukan, tetapi transaksi dan ekspor.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top