Karhutla Makroman Samarinda Masuk Hari Keempat, 30 Hektare Terbakar dan Api Merambat di Bawah Gambut

Penulis: Fauzan Arifin  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:46:32 WIB
Petugas memeriksa lahan gambut yang tampak padam menggunakan tongkat di lokasi karhutla Makroman, Samarinda.

SAMARINDA — Saat meninjau lokasi, Saefuddin menggunakan tongkat untuk memeriksa bagian tanah yang tampak sudah padam. Dari pemeriksaan itu, ia memastikan permukaan lahan yang terlihat aman belum tentu berarti api benar-benar mati.

Menurut dia, karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman jauh lebih berat dibanding kebakaran di permukaan tanah biasa. Petugas tidak cukup hanya memadamkan api yang terlihat, tetapi juga harus memastikan bara di dalam tanah tidak kembali menyala.

"Kalau kita lihat memang dasarnya gambut. Di atas kelihatannya sudah padam, tapi di bawahnya itu merambat," ujar Saefuddin.

Ia menambahkan bahwa penanganan harus dilakukan dari atas dan bawah secara bersamaan. "Saya juga mencoba dengan tongkat ini, ternyata dalam. Dalamnya itu juga gambut. Jadi dari bawah itu kalau memadamkan ekstra, mulai dari atas iya, dari bawah iya," katanya.

Titik Api di Pelita 8 Merembet dari Pekuburan Makroman

Saefuddin menjelaskan, titik api di kawasan Pelita 8 merupakan rembetan dari kebakaran yang sebelumnya muncul di sekitar kawasan pekuburan Makroman. Meski jaraknya cukup jauh, api dapat menyebar melalui lapisan gambut di bawah permukaan tanah.

Kondisi itu menyebabkan titik kebakaran terus bertambah dan menyulitkan tim gabungan melakukan pemadaman secara menyeluruh. Saefuddin menggambarkan beratnya penanganan dengan perumpamaan kendaraan bermobil penggerak ganda.

"Makanya dobel. Kalau mobil itu dobel gardan," kata Saefuddin.

Hingga kini, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, relawan, dan Satpol PP masih dikerahkan menangani kebakaran. Saefuddin menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang tetap bekerja di tengah kondisi lapangan yang sulit.

"Atas nama Pemerintah Kota Samarind terimakasih, semua teman-teman BPBD, Damkar, relawan, Satpol PP berjibaku untuk memadamkan api. Ternyata dengan tenaga semuanya itu masih juga kewalahan," tuturnya.

Akses Jalan Makroman-Pulau Atas-Sindangsari Jadi Prioritas

Selain memadamkan api, pemerintah memprioritaskan keselamatan warga dan memastikan akses utama tetap dapat digunakan. Jalan penghubung kawasan Makroman, Pulau Atas, dan Sindangsari menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat harus tetap berjalan di tengah penanganan kebakaran.

Saefuddin menyebut langkah penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan titik-titik yang paling aman bagi masyarakat. Pemerintah berharap cuaca segera membantu proses pemadaman.

"Moga-moga Allah selekasnya memberikan hujan, karena kalau kita lihat hujan sudah mulai ada di daerah-daerah, tapi belum merata," ujarnya.

Status Tanggap Darurat Karhutla Berpotensi Diperpanjang

Karhutla di kawasan Samarinda menjadi perhatian pemerintah daerah karena penanganannya berlangsung cukup panjang. Terkait status tanggap darurat, Saefuddin mengatakan keputusan perpanjangan berada pada Wali Kota Samarinda.

Melihat kondisi kebakaran yang masih berlangsung, ia memperkirakan status tersebut akan diperpanjang. "Insyaallah diperpanjang," pungkas Saefuddin.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: popnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top