Tim Subnasional Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi (SPEAK) Indonesia memperkuat kapasitas komunikasi 50 pendamping masyarakat pesisir Kalimantan Timur melalui pelatihan di Samarinda pada 6-7 Oktober 2026. Pelatihan Strategi Komunikasi dan Toolkit Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan itu menyasar pemerintah desa, kelompok pengelola mangrove, hingga mitra program. Materi komunikasi yang diuji peserta bakal dipakai mengawal target rehabilitasi 41.000 hektare mangrove di Kaltim.
SAMARINDA — Sebanyak 50 peserta dari unsur pemerintah desa, kelompok masyarakat, kelompok pengelola mangrove, pendamping lapangan, mitra program, dan pemangku kepentingan M4CR mengikuti pelatihan dua hari di Samarinda. Mereka dibekali teknik komunikasi efektif, fasilitasi kelompok, public speaking, pengelolaan diskusi partisipatif, serta penggunaan materi komunikasi dan media edukasi program M4CR.
Pelaksana Penguatan Kapasitas SPEAK Indonesia, Muhammad Arbi Halim, menyebut komunikasi jadi salah satu faktor penentu keberhasilan program pembangunan berbasis masyarakat. Upaya perlindungan ekosistem mangrove, menurut dia, bergantung pada keterlibatan langsung warga pesisir.
"Pendamping dan penguat program perlu memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan secara efektif, membangun dialog, mendorong partisipasi masyarakat, serta memfasilitasi proses belajar bersama," kata Arbi di Samarinda, Selasa.
Pelatihan tidak berhenti pada pengenalan strategi komunikasi M4CR. Peserta mendapat ruang praktik dan simulasi agar mampu menerapkan materi saat mendampingi masyarakat di lapangan.
Metode ini dipilih karena pendamping berhadapan langsung dengan warga pesisir yang punya latar belakang dan kebutuhan berbeda-beda. Materi komunikasi yang dikembangkan program M4CR disiapkan untuk menjembatani pesan konservasi dengan kebiasaan sehari-hari warga.
Provincial Project Implementing Unit (PPIU) Manager Program M4CR Provinsi Kaltim, Asman Azis, menyatakan pelatihan ini jadi momentum menguji berbagai toolkit M4CR sebagai sarana edukasi, kampanye, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Peserta diminta memberi masukan berdasarkan pengalaman lapangan. Tujuannya agar materi komunikasi dan panduan program makin sesuai kebutuhan masyarakat pesisir.
Penyesuaian itu penting karena M4CR Kaltim menargetkan rehabilitasi 41.000 hektare mangrove. Skala target tersebut menuntut pendampingan yang efektif di tingkat desa dan kelompok.
Asman berharap kapasitas komunikasi dan fasilitasi para penguat program meningkat. Pesan soal pentingnya perlindungan mangrove diharapkan tersampaikan lebih efektif kepada masyarakat.
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan program M4CR di wilayah pesisir Kaltim. Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya bergantung pada penanaman, tetapi juga pada kesadaran warga menjaga ekosistem tersebut dalam jangka panjang.