FPTI Kaltim Jaring Bibit Atlet PON Lewat Kejurprov Panjat Tebing 2026 di Samarinda

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 17:53:01 WIB
Atlet muda panjat tebing Kaltim bersaing di Kejurprov kelompok umur 2026 di Samarinda.

SAMARINDA — FPTI Kalimantan Timur resmi menggulirkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Kelompok Umur 2026 sebagai bagian dari program pembinaan berjenjang. Kompetisi yang dipusatkan di kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja ini mempertemukan ratusan pemanjat tebing muda dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Kaltim.

Ketua Umum FPTI Kaltim, EL Nova Saefuddin Zuhri, menjelaskan bahwa kejuaraan ini dirancang untuk memantau perkembangan teknik, mental bertanding, serta kesiapan fisik para atlet sejak usia dini. Para peserta akan bersaing dalam berbagai kategori yang telah disesuaikan dengan kelompok usia masing-masing.

Fokus Regenerasi Atlet Menuju Pentas Nasional

FPTI Kaltim menempatkan Kejurprov 2026 sebagai fondasi penting dalam melahirkan regenerasi atlet yang mampu bersaing di ajang besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON). EL Nova menegaskan bahwa prestasi di level senior tidak dapat diraih secara instan tanpa adanya kompetisi rutin di tingkat junior.

“Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari proses pembinaan jangka panjang untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi,” ujar EL Nova Saefuddin Zuhri di sela-sela kegiatan.

Ia menekankan pentingnya pembinaan usia dini yang konsisten agar atlet Kaltim memiliki jam terbang yang cukup sebelum naik ke level yang lebih tinggi. Melalui kategori kelompok umur, FPTI berupaya memastikan mata rantai pembinaan atlet di daerah tidak terputus.

“Kita ingin pembinaan berjalan berjenjang. Dari kelompok umur inilah nanti muncul atlet-atlet yang bisa membawa nama Kalimantan Timur di tingkat lebih tinggi,” katanya.

Mengukur Efektivitas Program Latihan di Daerah

Selain sebagai ajang seleksi, Kejurprov ini berfungsi sebagai barometer bagi pengurus FPTI di tingkat kabupaten dan kota untuk mengevaluasi efektivitas program latihan yang mereka jalankan. Persaingan yang semakin kompetitif menuntut setiap daerah meningkatkan kualitas pembinaan mereka secara mandiri.

Menurut EL Nova, mental bertanding atlet muda hanya bisa terbentuk melalui tekanan kompetisi yang nyata. Dengan rutin memberikan ruang bertanding, FPTI optimistis Kalimantan Timur akan terus menjadi salah satu lumbung atlet panjat tebing yang diperhitungkan di Indonesia.

“Anak-anak muda ini harus terus diberi ruang bertanding. Dari situ mental mereka terbentuk dan kemampuan mereka berkembang,” tambahnya.

Lomba Fotografi Berhadiah Jutaan Rupiah Jadi Agenda Pendukung

Untuk memeriahkan suasana kompetisi di Gelora Kadrie Oening, panitia juga menyelenggarakan lomba fotografi bertema “Semangat, Aksi, dan Prestasi di Setiap Ketinggian”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas publikasi olahraga panjat tebing kepada masyarakat melalui karya visual yang estetik.

Pendaftaran lomba fotografi dibuka pada 9 hingga 12 Mei 2026, dengan sesi pengambilan gambar berlangsung selama pertandingan pada 13-15 Mei 2026. Panitia menyediakan total hadiah jutaan rupiah, dengan rincian Rp1 juta untuk juara pertama, Rp750 ribu untuk juara kedua, dan Rp500 ribu bagi juara ketiga.

Meskipun ada kegiatan pendukung, EL Nova memastikan bahwa prioritas utama organisasi tetap pada pengembangan prestasi atlet. Ia berharap dukungan dari semua pihak terus mengalir agar potensi besar yang dimiliki atlet muda Kaltim dapat terwadahi dengan baik hingga ke kancah internasional.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: popnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top