DSSA Pacu Bisnis PLTS Digital, Asing Malah Lego Saham Rp132 Miliar

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 19:34:01 WIB
PT DSSA resmikan Solar Innovation Hub berbasis teknologi digital Huawei di Jakarta.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tengah mempercepat transformasi energi terbarukan melalui peluncuran Solar Innovation Hub berbasis teknologi digital Huawei. Namun, langkah ekspansi ini berbanding terbalik dengan kondisi di pasar modal setelah investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp132,71 miliar dalam sepekan terakhir. Tekanan jual tersebut memicu koreksi tajam harga saham DSSA hingga menyentuh level 1.310 pada akhir perdagangan Jumat (8/5/2026).

Langkah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dalam mendiversifikasi portofolio bisnis ke sektor energi baru terbarukan (EBT) semakin agresif. Melalui anak usahanya, PT Daya Mas Agra Sejahtera atau Dian Solar, emiten grup Sinar Mas ini resmi mengoperasikan Solar Innovation Hub di Sinar Mas Land Plaza, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan teknologi pemantauan data secara real-time.

Tekanan Jual Asing di Tengah Ambisi Hijau

Meski perusahaan sedang gencar melakukan transformasi bisnis, performa saham DSSA di Bursa Efek Indonesia justru mengalami tekanan hebat. Pada perdagangan Jumat (8/5/2026), harga saham DSSA anjlok signifikan sebesar 14,94 persen ke posisi 1.310. Penurunan ini menghapus penguatan yang sempat terjadi sehari sebelumnya saat harga menyentuh level 1.540.

Data perdagangan menunjukkan investor asing mendominasi tekanan jual. Pada akhir pekan saja, nilai foreign sell mencapai Rp80,94 miliar, sementara aksi beli asing hanya sebesar Rp22,01 miliar. Hal ini menyebabkan net foreign sell atau jual bersih asing menembus Rp58,93 miliar hanya dalam satu hari perdagangan.

Jika dikalkulasi dalam lima hari perdagangan terakhir, arus modal keluar terpantau sangat konsisten. Sejak awal Mei 2026, asing terus melepas kepemilikan dengan akumulasi mencapai Rp132,71 miliar. Fenomena ini memperlihatkan adanya distribusi saham oleh pemodal luar negeri, bahkan saat harga saham sempat mengalami rebound tipis di tengah pekan.

Digitalisasi Operasional PLTS Lewat Solar Innovation Hub

Di sisi fundamental bisnis, Solar Innovation Hub menjadi tonggak baru bagi DSSA dalam mengelola aset energi bersih. Perusahaan kini menggunakan sistem digital terintegrasi berbasis teknologi FusionSolar dari Huawei Digital Power. Sistem ini memungkinkan seluruh operasional PLTS milik Dian Solar dipantau secara terpusat dan transparan.

Direktur PT Daya Mas Agra Sejahtera, Gisela Lesmana, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan fondasi penting dalam memperkuat efisiensi aset. Menurutnya, sistem monitoring real-time memungkinkan respons operasional yang lebih cepat terhadap kendala di lapangan. "Sistem ini menjaga efisiensi aset PLTS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia," ujar Gisela dalam keterangannya.

Teknologi yang diusung tidak hanya sebatas pemantauan produksi listrik. Fasilitas ini dilengkapi fitur keamanan Arc Fault Circuit Interruption (AFCI) dan Smart PV Optimizer untuk meningkatkan performa teknis. Kerja sama ini juga diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Huawei untuk pengembangan ekosistem Smart PV di tanah air.

Target Penyimpanan Energi dan Diversifikasi Bisnis

DSSA tidak hanya berhenti pada panel surya. Perusahaan mulai membidik segmen penyimpanan energi melalui pengembangan Battery Energy Storage System (BESS). Tahun ini, perseroan menargetkan kapasitas penyimpanan energi sebesar 25 MWh untuk mendukung stabilitas pasokan listrik dari sumber terbarukan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar DSSA untuk mengurangi ketergantungan pada lini bisnis tradisional. Sebagaimana diketahui, grup ini memiliki basis bisnis yang kuat di sektor pertambangan, infrastruktur digital, hingga bahan kimia. Kehadiran ekosistem energi hijau berbasis data menjadi upaya perusahaan untuk relevan dengan tuntutan dekarbonisasi global.

Kini pasar melihat dua narasi yang berjalan beriringan pada DSSA. Di satu sisi, manajemen berhasil membuktikan progres transformasi hijau yang konkret dan terukur. Namun di sisi lain, volatilitas tinggi dan aksi jual asing dalam jangka pendek menunjukkan investor masih bersikap hati-hati terhadap pergerakan harga saham perusahaan di lantai bursa.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kabarbursa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top