SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan kondisi inflasi di daerahnya pasca Lebaran masih terkendali. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat virtual Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Menteri Dalam Negeri.
“Untuk Kaltim maupun Kutai Timur tadi datanya tidak terlalu tinggi, jadi masih aman. Ada beberapa daerah yang mengalami inflasi dan ada juga yang deflasi, tetapi secara umum masih terkendali,” ujar Ardiansyah.
Salah satu langkah strategis yang terus digencarkan Pemkab Kutim adalah penyelenggaraan pasar murah. Program ini menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga di pasaran umum.
Ardiansyah mengakui antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. “Memang masyarakat sangat antusias karena harga kebutuhan yang dijual lebih murah,” katanya.
Selain pasar murah, pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan instansi terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan di Kutai Timur tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu lonjakan harga.
Bupati menegaskan, kebijakan pengendalian inflasi akan terus dijalankan secara rutin dan berkelanjutan. Hal ini penting demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah.
“Insya Allah kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga inflasi daerah tetap terkendali,” pungkasnya.
Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu daerah di Provinsi Kalimantan Timur dengan ibu kota di Sangatta. Wilayahnya seluas 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas provinsi. Berdasarkan data semester I tahun 2022, jumlah penduduk Kutim mencapai 425.613 jiwa yang tersebar di 18 kecamatan.