Foton Tunland V7 dan V9 Debut di Malaysia, Pick-up Raksasa Bermesin Mild Hybrid Mulai Rp440 Jutaan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 15:45:07 WIB
Foton Tunland V7 dan V9 tampil dengan dimensi besar dan desain khas truk Amerika di Malaysia.

KALIMANTAN TIMUR — Berdiri di samping Foton Tunland V7 dan V9 memberikan perspektif baru tentang standar ukuran double cabin modern. Sosoknya mendominasi ruang, seolah sengaja mengaburkan batas antara pick-up medium dengan truk raksasa kelas full-size. Melalui distributor Handal BCM, Foton membawa kembali lini Tunland ke pasar Malaysia demi menyasar konsumen yang menginginkan utilitas sekaligus pernyataan gaya yang kuat.

Visual Intimidatif Khas Truk Amerika

Dimensi menjadi aspek utama yang langsung menyita perhatian. Memiliki panjang 5.617 mm dan lebar 2.090 mm, Tunland V-Series lebih panjang 292 mm serta lebih lebar 190 mm dibandingkan Toyota Hilux generasi kedelapan. Ukuran masif ini menempatkannya di posisi unik, yakni setengah jalan menuju dimensi Ford F-150 yang legendaris.

Foton membedakan karakter visual keduanya melalui desain fascia yang kontras. Tunland V7 mengusung lampu LED proyektor ganda vertikal dan gril tegak yang menyerupai Ford F-150. Sementara itu, Tunland V9 mengambil inspirasi dari Ram 1500 dengan lampu horizontal dan gril trapesium agresif layaknya varian TRX.

Fungsionalitas tetap menjadi prioritas pada sektor buritan. Keduanya dilengkapi tailgate damper untuk memudahkan operasional pintu bak. Khusus varian V9, Foton menyematkan pijakan kaki terintegrasi pada pintu bak belakang untuk mempermudah akses keluar-masuk area kargo.

Teknologi Mild Hybrid dan Torsi Instan

Sektor performa mengandalkan mesin Aucan 4F20 berkapasitas 2.000 cc turbodiesel yang dikembangkan bersama Cummins. Jantung pacu ini dibekali Variable Geometry Turbo (VGT) dan sistem mild hybrid 48 volt. Mesin tersebut memproduksi tenaga 163 PS dan torsi 400 Nm, dengan tambahan dorongan instan 12 PS dan torsi 50 Nm dari motor listrik saat akselerasi awal.

Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan menuju sistem penggerak empat roda (4WD) dengan low range. Pengemudi dapat mengaktifkan enam mode berkendara, termasuk medan pasir, lumpur, hingga salju melalui knop rotari di konsol tengah. Diferensiasi teknis berlanjut pada suspensi, di mana V7 menggunakan per daun konvensional, sedangkan V9 mengadopsi coil-sprung solid rear axle demi kenyamanan maksimal.

Kabin Mewah dengan Fleksibilitas Tinggi

Interior Tunland V-Series meninggalkan kesan kendaraan pekerja kasar. Dasbor horizontalnya didominasi layar sentuh infotainment 14,6 inci yang mendukung konektivitas Apple CarPlay. Panel instrumen digital 12,3 inci menyajikan informasi komprehensif, sementara tuas transmisi dirancang menyerupai kontrol gas pada kapal pesiar mewah.

Fleksibilitas jok belakang menjadi fitur yang mencuri perhatian. Dudukan kursi dapat dilipat ke atas dengan konfigurasi 60:40, serupa dengan fitur Ultra Seats pada Honda HR-V. Inovasi ini memungkinkan pengangkutan barang tinggi di dalam kabin tanpa merusak lapisan kulit sintetis pada jok.

Varian tertinggi V9 menawarkan kemewahan ekstra bagi penumpangnya. Kehadiran panoramic sunroof memberikan kesan lapang, ditambah pengaturan kursi penumpang depan elektrik untuk kenyamanan personal. Fitur-fitur ini mempertegas posisi Tunland sebagai pick-up gaya hidup, bukan sekadar kendaraan angkut.

Estimasi Harga dan Jaminan Durabilitas

Foton mematok estimasi harga RM128.888 (sekitar Rp440,7 juta) untuk Tunland V7 dan RM148.888 (sekitar Rp509 juta) untuk Tunland V9. Angka ini sangat kompetitif mengingat spesifikasi dan fitur yang ditawarkan melampaui rata-rata rival di kelasnya. Unit ini dijadwalkan meluncur secara resmi di Malaysia pada pekan depan.

Handal BCM menyertakan garansi ambisius selama 7 tahun atau 200.000 km untuk menjamin durabilitas produk. Langkah berani ini menjadi sinyal kuat bahwa Foton serius mengusik dominasi pemain lama di pasar Asia Tenggara. Modal utamanya jelas: desain Amerika, dimensi raksasa, dan efisiensi teknologi hybrid.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: paultan.org This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top