BONTANG — Prestasi di bidang seni kembali ditorehkan pelajar Bontang. Dua siswa kelas 4 SDN 011 Bontang Selatan, Muhammad Putra Zamon dan Reyzaldy, berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Bontang tahun 2026. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan mereka sebagai wakil kota ke kompetisi tingkat selanjutnya.
Yang membuat penampilan keduanya berbeda adalah tema yang diangkat. Mereka tidak sekadar bergerak di panggung, melainkan membawakan cerita utuh tentang dua anak laki-laki yang mendaki gunung demi mencapai puncak impian. Sepanjang pertunjukan, penonton diajak merasakan perjuangan mereka melawan kelelahan, terpaan angin kencang, hingga rasa lapar yang nyaris membuat salah satu dari mereka menyerah.
Namun, klimaks pertunjukan justru hadir saat keduanya saling menyemangati dan bekerja sama. Melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah, Zamon dan Reyzaldy berhasil menyampaikan pesan bahwa kerja keras dan kebersamaan adalah kunci untuk bertahan hingga mencapai tujuan. Emosi yang mereka salurkan tanpa satu pun dialog ini dinilai menjadi kekuatan utama penampilan.
Koordinator Kesiswaan SDN 011 Bontang Selatan, Maria Ekawati, mengungkapkan rasa bangganya. Ia menilai keberhasilan ini lahir dari proses latihan yang konsisten dan kesungguhan kedua siswa dalam mendalami karakter pantomim.
“Anak-anak tampil sangat maksimal. Mereka mampu menyampaikan cerita dan emosi tanpa dialog, sehingga pesan yang dibawakan bisa diterima dengan baik oleh penonton maupun dewan juri,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Kemenangan ini tidak membuat pihak sekolah berpuas diri. SDN 011 Bontang Selatan kini mulai mempersiapkan latihan lanjutan agar penampilan Zamon dan Reyzaldy semakin matang saat membawa nama Bontang ke jenjang berikutnya.
“Harapan kami mereka bisa tampil lebih percaya diri lagi dan membawa hasil terbaik untuk Kota Bontang di tingkat selanjutnya,” tutup Maria.
Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus mendukung pengembangan bakat siswa, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga seni dan kreativitas. Prestasi di cabang pantomim ini sekaligus membuktikan bahwa seni pertunjukan klasik masih memiliki tempat di hati generasi muda Bontang.