BALIKPAPAN — Para siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori. Tim Safety Riding Astra Motor Kaltim 1 mengajak mereka mengukur pemahaman lewat pre-test sebelum materi dimulai, lalu post-test setelah sesi selesai. Hasilnya menjadi tolok ukur sejauh mana pesan keselamatan terserap.
Materi yang diberikan mencakup penggunaan perlengkapan berkendara yang sesuai standar, cara mengenali titik buta kendaraan besar, hingga membangun kesadaran berkendara #Cari_Aman. Semua disampaikan secara interaktif agar pelajar tidak merasa sedang diajari, melainkan diajak berdiskusi.
"Kami ingin para pelajar paham bahwa keselamatan bukan sekadar aturan, tapi kebutuhan," ujar perwakilan tim Safety Riding Astra Motor Kaltim 1 dalam sesi evaluasi.
Suasana kelas berubah menjadi lebih cair saat sesi games berhadiah dimulai. Beberapa siswa berebut menjawab pertanyaan seputar rambu lalu lintas dan teknik pengereman yang benar. Antusiasme ini dinilai sebagai indikator bahwa pendekatan edukasi yang menyenangkan lebih efektif untuk remaja.
Data kepolisian menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas di Kalimantan Timur. Program rutin seperti ini diharapkan bisa menanamkan kebiasaan menggunakan helm, tidak ugal-ugalan, dan selalu waspada sebelum generasi muda benar-benar terjun sebagai pengguna jalan harian.
Astra Motor Kaltim 1 berencana melanjutkan program serupa ke sekolah-sekolah lain di Balikpapan dan sekitarnya. Targetnya, budaya #Cari_Aman tidak hanya menjadi slogan, tetapi praktik nyata di jalan raya.