BONTANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang mulai mematangkan rencana pelaksanaan Bontang City Carnival (BCC) untuk tahun 2026. Meski agenda tersebut merupakan kegiatan rutin, pemerintah daerah memilih melakukan koordinasi lebih awal guna memastikan kesiapan teknis dan administrasi.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Bontang, M Arfah menjelaskan bahwa saat ini prosesnya masih dalam tahap pembahasan di internal dinas. Fokus utamanya adalah menyelaraskan rencana kegiatan dengan jajaran pimpinan sebelum melangkah ke tahapan pembentukan struktur kepanitiaan.
Alasan Panitia BCC 2026 Belum Resmi Dibentuk
Hingga saat ini, Disdikbud Bontang belum menunjuk personel yang akan mengisi pos kepanitiaan. Arfah menyebutkan bahwa langkah tersebut harus menunggu kepastian mengenai alokasi dana yang akan digunakan untuk membiayai karnaval besar tersebut.
“Kami masih koordinasikan dengan pimpinan internal terlebih dahulu. Karena pasti kaitannya dengan penyusunan anggarannya,” ujar M Arfah saat dikonfirmasi pada Sabtu (9/5/2026).
Ia menambahkan, proses pembentukan panitia tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat selama anggaran kegiatan belum masuk dalam tahap pemrosesan. Hal ini dilakukan untuk menjaga akuntabilitas dan kesesuaian rencana kerja dengan ketersediaan dana daerah.
“Untuk saat ini kan memang belum diproseskan anggaran pada pelaksanaan kegiatan BCC tersebut,” katanya memungkasi penjelasan.
BCC Jadi Wadah Kreativitas dan Promosi Budaya Daerah
Bontang City Carnival merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti oleh warga di Kalimantan Timur, khususnya masyarakat Kota Taman. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu sajian utama dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bontang setiap tahunnya.
Secara teknis, BCC bukan sekadar pawai biasa. Acara ini menjadi panggung bagi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, komunitas seni, hingga masyarakat umum untuk menampilkan parade budaya dan kostum kreasi yang unik. Peserta biasanya melintasi rute protokol kota dengan berbagai pertunjukan seni yang memukau penonton di sepanjang jalan.
Selain berfungsi sebagai sarana hiburan rakyat, pemerintah kota memproyeksikan BCC sebagai wadah promosi budaya lokal. Melalui kreativitas kostum dan gerak tari yang ditampilkan, identitas budaya Bontang diharapkan semakin dikenal luas sekaligus mendorong geliat ekonomi kreatif di sektor jasa penyewaan kostum dan tata rias.