KALIMANTAN TIMUR — Kegiatan penanaman pohon itu berlangsung di area MHHT IKN dan terbuka untuk individu, keluarga, maupun rombongan yang berkunjung ke Nusantara. Bibit yang disediakan mayoritas merupakan spesies endemik Kalimantan, antara lain balangeran, kapur, tengkawang, meranti, dan nyatoh.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menegaskan bahwa IKN dibangun di atas ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. “Kita semua tahu bahwa IKN adalah kota hutan. Artinya, kota ini dibangun dalam ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. Saya garis bawahi, hutan hujan tropis Kalimantan, karena dahulu kawasan ini memang merupakan ekosistem tersebut,” ujar Myrna, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Myrna, konsep kota hutan tidak bisa hanya dibangun dan dipelihara oleh pemerintah atau Otorita IKN semata. Program ini menjadi ruang partisipasi bagi pengunjung untuk ikut serta dalam penghijauan dan pemulihan ekosistem di Nusantara.
Selain menanam pohon, masyarakat dapat mengunjungi area Istana Negara dan kawasan glamping IKN selama libur panjang yang berlangsung pada 14-17 Mei 2026. Kedua lokasi tersebut buka hingga pukul 17.00 WITA setiap hari.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw menyatakan antusiasme masyarakat terpantau tinggi sejak hari pertama. “Masyarakat dari berbagai kota, mulai dari anak-anak hingga orang tua, sangat menikmati pemandangan, sajian makanan dan minuman, hiburan, serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup di IKN,” kata Troy.
Otorita IKN mengimbau pengunjung mengenakan pakaian rapi dan sopan, seperti celana panjang, baju berkerah, dan sepatu. Pengunjung juga dilarang menerbangkan drone, membawa hewan peliharaan, merokok, membawa senjata tajam, serta melakukan tindakan yang melanggar norma dan ketertiban umum.
Program penanaman pohon di MHHT IKN tidak memerlukan pendaftaran khusus dan dapat diikuti langsung oleh pengunjung yang datang ke lokasi selama periode 15-17 Mei 2026. Otorita IKN menyediakan 150 bibit yang bisa ditanam oleh individu, keluarga, maupun rombongan secara gratis.
Bibit yang disiapkan merupakan spesies endemik Kalimantan, yaitu balangeran, kapur, tengkawang, meranti, dan nyatoh. Jenis-jenis pohon ini dipilih karena sesuai dengan karakteristik ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan yang menjadi basis pembangunan IKN sebagai kota hutan.