Sekjen PP ICF, Jadi Radjagukguk, menyerahkan bendera pataka langsung kepada Malvin. Momen ini disaksikan Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Setelah resmi menjabat, Malvin bergerak cepat. Ia menyerahkan bendera pataka ICF tingkat kabupaten dan kota kepada masing-masing ketua pengurus cabang (pengcab) dan pengurus kota (pengkot) yang hadir.
Dalam sambutan perdana, Malvin membeberkan program kerja konkret. Ia berjanji menghidupkan atmosfer kompetisi balap sepeda di Kaltim secara berkala.
"Kami berjanji akan menggelar event tingkat provinsi sebanyak 3 kali dalam setahun. Ini penting untuk menjaga mental bertanding dan menjaring atlet-atlet potensial secara berkelanjutan," ujar Malvin.
Selain fokus di level provinsi, pengurus baru ini memperkuat fondasi pembinaan akar rumput. ICF Kaltim mengucurkan dana bantuan stimulus kepada setiap pengcab dan pengkot di seluruh kabupaten/kota.
Malvin memberikan catatan tegas terkait alokasi dana bantuan. Anggaran yang dikucurkan harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas atlet, bukan sekadar agenda seremonial.
"Kita akan membantu hanya untuk event prestasi. Bukan untuk event gowes bersama kepala daerah seperti Bupati atau Walikota," tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu menyaring bibit unggul pembalap sepeda Kaltim. Targetnya, atlet tidak hanya bersaing di level nasional seperti PON, tetapi juga menembus panggung internasional.
Kebijakan Malvin memastikan dana pembinaan tidak digunakan untuk kegiatan yang tidak berdampak pada prestasi. Setiap pengcab dan pengkot mendapat bantuan stimulus sebesar Rp 50 juta.
Tujuan dana tersebut adalah membantu pelaksanaan event prestasi di masing-masing daerah. Dengan demikian, kompetisi balap sepeda di Kaltim diharapkan lebih terarah dan berjenjang.
Kepemimpinan baru ICF Kaltim ini menjadi angin segar bagi dunia balap sepeda di provinsi tersebut. Para pembalap muda kini punya panggung rutin untuk mengasah kemampuan. (rd)