BALIKPAPAN — Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo melakukan audiensi langsung dengan Kementerian Perdagangan RI pekan lalu. Pertemuan itu membahas progres dan kepastian pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur yang menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah kota untuk menata sektor perdagangan tradisional.
Pasar Inpres Kebun Sayur selama ini menjadi denyut nadi ekonomi warga di kawasan pusat kota. Namun, kondisi fisik bangunan yang sudah tua dan kurang representatif membuat Pemkot Balikpapan mengusulkan revitalisasi besar-besaran melalui skema pembangunan ulang.
Dalam audiensi tersebut, Bagus Susetyo menyampaikan secara langsung kondisi terkini lahan dan desain pasar yang sudah disiapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Pihaknya juga meminta pendampingan teknis dari Kemendag agar proses pembangunan tidak lagi menemui kendala administrasi maupun anggaran.
Proyek pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur sebelumnya sempat tertunda karena sejumlah persoalan, mulai dari alih status lahan hingga skema pendanaan yang belum tuntas. Kemendag sebagai pemilik program Inpres Pasar Rakyat memiliki kewenangan dalam menentukan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun pendampingan teknis.
Dengan adanya pertemuan tatap muka ini, Pemkot Balikpapan berharap ada percepatan verifikasi dokumen dan kepastian jadwal lelang proyek. Bagus Susetyo menekankan bahwa pasar ini tidak hanya soal bangunan fisik, melainkan juga tempat bergantungnya ratusan pedagang kecil dan UMKM lokal.
Revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur diproyeksikan mampu menampung lebih banyak pedagang dengan tata kelola yang lebih modern. Kios-kios akan ditata ulang, sistem drainase diperbaiki, dan area parkir diperluas agar tidak lagi menimbulkan kemacetan di jalan protokol sekitarnya.
Bagi warga Balikpapan, pasar yang bersih dan tertata akan menjadi pilihan utama berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat perbelanjaan modern. Keberadaan pasar tradisional yang sehat juga menjaga rantai distribusi pangan tetap dekat dengan produsen lokal.
Setelah audiensi dengan Kemendag, Pemkot Balikpapan akan segera menyusun dokumen kelengkapan administrasi yang diminta, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan dan rencana relokasi sementara pedagang. Targetnya, proses lelang bisa dimulai pada triwulan pertama tahun depan.
Bagus Susetyo juga meminta Dinas Perindag untuk terus berkoordinasi dengan pedagang agar tidak ada informasi yang simpang siur selama masa transisi. Sosialisasi secara bertahap akan dilakukan agar para pedagang bisa mempersiapkan diri jika harus menempati tempat penampungan sementara saat pembangunan berlangsung.