Wagub DKI Rano Karno Sebut IWDF 2026 di Jakarta Bukti Seni Tari Mampu Genjot Ekonomi Kreatif Daerah

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 10:54:01 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka Indonesia World Dance Festival 2026 di Jakarta.

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan bahwa kegiatan berbasis seni dan budaya saat ini memiliki dampak ekonomi yang nyata. Ia menyebut ajang seperti Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 bisa menjadi solusi menghadapi tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.

“Kondisi ekonomi dunia memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Namun kita tidak boleh terjebak dalam situasi itu,” ujar Rano saat membuka IWDF 2026 di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).

Peningkatan Peserta Signifikan Dibanding Tahun Lalu

IWDF 2026 mencatat lonjakan jumlah peserta dibanding edisi sebelumnya. Jika tahun 2025 pesertanya lebih dari 800 orang, tahun ini mencapai 1.200 orang dari hampir 80 sanggar tari.

“Bahkan kami juga mengundang peserta dari Korea,” kata Rano. Menurutnya, perkembangan ini menunjukkan seni tari kini menjadi ruang kolaborasi budaya lintas negara dan lintas generasi.

Menuju Perayaan 500 Tahun Jakarta 2027

Festival ini menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. Pemprov DKI Jakarta, kata Rano, tengah menyiapkan berbagai agenda internasional yang melibatkan lebih banyak negara dan perwakilan dari berbagai benua.

“Kami ingin menjadikan Jakarta sebagai panggung budaya dunia,” tegasnya.

Strategi Pembiayaan Kreatif untuk Ekonomi Daerah

Rano menekankan bahwa penguatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor bisnis konvensional. Menurutnya, kebudayaan, kreativitas, dan olahraga juga harus menjadi motor penggerak.

“Karena itu, kita harus melakukan pembiayaan kreatif, bukan hanya melalui sektor ekonomi, tetapi juga lewat kebudayaan, kreativitas, dan olahraga,” ujarnya.

Ragam Kegiatan di IWDF 2026

IWDF 2026 diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Yayasan Rosmala Sari Dewi. Berbagai kegiatan digelar, antara lain parade tari, lokakarya, battle dance fusion, flashmob, kompetisi tari, hingga pertunjukan seniman nasional dan internasional di sejumlah lokasi di Jakarta.

Peningkatan jumlah peserta dan pengunjung pada tahun ini dinilai menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan seni budaya. Sektor ini kini mulai dipandang sebagai bagian penting dari penguatan ekonomi kreatif dan pariwisata kota. (MK)

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: radarbontang.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top