Berikut adalah harga lengkap dalam Rupiah (IDR) dan Dolar AS (USD) berdasarkan data real-time:
Solana mencatat koreksi terdalam di antara kapitalisasi besar, turun 6,47% dalam 24 jam. Tekanan jual ini tidak lepas dari aksi likuidasi posisi long (beli) di bursa derivatif. Data CoinGlass menunjukkan lebih dari $45 juta posisi long SOL dilikuidasi dalam 12 jam terakhir. Secara teknikal, SOL kehilangan support psikologis $80 (Rp 1.428.000) dan kini menguji level $75 (Rp 1.341.000) — zona yang sempat menjadi resistance pada April lalu. Jika gagal bertahan di sini, target berikutnya adalah $68 (Rp 1.214.000).
Sementara itu, Bitcoin dan Ethereum menunjukkan pola yang sedikit berbeda. Meski turun signifikan, volume perdagangan BTC justru meningkat 18% dalam 24 jam, menandakan adanya aksi beli di harga diskon oleh investor institusional. Data on-chain dari Glassnode mencatat peningkatan aliran BTC keluar dari exchange (exchange outflow) sebesar 12.000 BTC — indikasi bahwa investor besar memindahkan aset ke cold wallet, bukan menjualnya. Ini bisa menjadi sinyal bullish jangka menengah jika pola ini berlanjut.
TRON (TRX) menjadi satu-satunya koin yang menunjukkan ketahanan relatif, hanya turun 2,62%. Stabilitas ini didorong oleh volume transaksi USDT di jaringan TRON yang tetap tinggi, mencapai $12 miliar per hari. Bagi investor Indonesia yang sering menggunakan USDT untuk transaksi, TRX bisa menjadi safe haven sementara di tengah volatilitas pasar.
Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) perlu diwaspadai. Keduanya turun hampir 6%, menunjukkan bahwa koin dengan fundamental lebih lemah cenderung terkoreksi lebih dalam saat sentimen pasar negatif. Investor disarankan tidak melakukan bottom fishing (membeli di harga terendah) sebelum ada konfirmasi reversal dari Bitcoin.
Koreksi hari ini mengingatkan pada peristiwa 5 Mei 2025, ketika Bitcoin turun 7% dalam sehari setelah data tenaga kerja AS yang kuat. Saat itu, pasar butuh waktu 12 hari untuk pulih ke level sebelumnya. Namun, ada perbedaan penting: saat ini volume perdagangan spot di bursa seperti Binance dan Coinbase justru lebih tinggi 25% dibandingkan rata-rata 30 hari terakhir. Ini menunjukkan bahwa meskipun harga turun, minat beli dari investor ritel dan institusi masih solid.
Dari sisi on-chain, metrik SOPR (Spent Output Profit Ratio) untuk Bitcoin berada di angka 1,02 — mendekati level netral. Artinya, sebagian besar investor yang menjual saat ini hanya mengambil untung tipis, bukan panic selling. Jika SOPR turun di bawah 1,0, itu akan menjadi sinyal bahwa pasar memasuki fase capitulation dan potensi bottom sudah dekat.
Untuk melakukan transaksi di tengah volatilitas tinggi, investor tanah air bisa menggunakan platform lokal terpercaya seperti Indodax (mendukung deposit via bank BCA, Mandiri, dan GoPay), Tokocrypto (kerja sama dengan Bank BNI dan QRIS), serta Pintu (aplikasi mobile dengan fitur staking dan auto-invest). Pastikan untuk selalu menggunakan fitur verifikasi dua faktor (2FA) dan hindari mentransfer aset saat jaringan sedang padat untuk menghemat biaya gas.
Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan analisis pasar, bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi.