PLN Pangkas 44 Anak Usaha Jadi 23 Unit pada 2028, Danantara Dorong Efisiensi

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 12:31:31 WIB
PLN menargetkan pengurangan anak usaha dari 44 menjadi 23 unit pada 2028 sebagai bagian dari restrukturisasi.

KALIMANTAN TIMURPT PLN (Persero) bergerak cepat menata ulang struktur bisnisnya. Perusahaan listrik pelat merah itu menargetkan pengurangan jumlah anak usaha dan afiliasi dari 44 entitas menjadi hanya 23 unit pada 2028. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi radikal yang didorong oleh induk holding, Danantara Indonesia.

Kepala Badan Pengelola BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa perampingan itu bukan sekadar pemangkasan jumlah perusahaan. Tujuan utamanya adalah menekan beban operasional, memperkuat penerapan good corporate governance (GCG), dan membangun arsitektur bisnis yang lebih terintegrasi.

"Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," kata Dony dalam siaran pers, Kamis (4/6/2026).

Strategi Efisiensi di Tengah Tekanan Keuangan

Peta jalan korporasi ini disepakati setelah Dony bertemu jajaran direksi PLN pada Selasa (2/6/2026). Selain membahas penyusutan entitas anak, forum itu juga mengevaluasi realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dan mitigasi pemulihan sistem kelistrikan pasca-gangguan transmisi di Sumatera.

Hingga pertengahan tahun ini, PLN melaporkan eksekusi proyek RUPTL berjalan sesuai target. Dari total proyek interkoneksi dan pembangkit yang direncanakan untuk 10 tahun ke depan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi lapangan.

Untuk mengantisipasi terulangnya pemadaman di Sumatera, PLN mempercepat pembangunan infrastruktur backbone kelistrikan baru. Proyek mitigasi itu mencakup pembangunan jaringan transmisi bertegangan tinggi di jalur 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di titik-titik strategis.

Pendapatan Tumbuh, Laba Tergerus Rugi Kurs

Di sisi keuangan, kinerja PLN pada tahun buku 2025 (FY25) menunjukkan performa top-line yang impresif. Pendapatan konsolidasi perseroan tumbuh 6,84 persen secara tahunan menjadi Rp582,68 triliun.

Kenaikan omzet ini ditopang oleh pertumbuhan volume penjualan tenaga listrik yang naik 3,75 persen menjadi 317,69 Terawatt hour (TWh). PLN juga menambah 3,3 juta pelanggan baru sehingga total basis pelanggan kini mencapai 96,2 juta. Adapun total daya tersambung melonjak 5,82 persen ke level 192.621 Megavolt Ampere (MVA).

Namun, laba bersih PLN justru anjlok 59,12 persen secara tahunan menjadi Rp7,26 triliun. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, kontraksi itu disebabkan oleh faktor eksternal berupa depresiasi nilai tukar rupiah.

"Capaian itu diraih meskipun perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat tingginya volatilitas nilai tukar global," pungkas Darmawan.

Perampingan struktur bisnis ini menjadi ujian bagi PLN untuk menjaga profitabilitas di tengah gejolak kurs. Jika berhasil, langkah ini bisa menjadi model transformasi bagi BUMN lain di bawah Danantara.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: stabilitas.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top