SAMARINDA — Estafet kepemimpinan JMSI Kalimantan Timur resmi berganti. Bayu Surya Gandamana dipercaya memimpin organisasi media siber itu untuk lima tahun ke depan. Penetapan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), bukan melalui pemilihan terbuka.
“Perasaan saya tentu campur aduk. Ada rasa terhormat, tapi juga tanggung jawab yang sangat besar. Ini bukan sekadar meneruskan jabatan, tetapi melanjutkan amanah dan perjuangan yang sudah beliau tanamkan selama ini,” ujar Bayu.
Bayu menegaskan tidak akan mengubah arah dasar organisasi yang telah dirintis almarhum Sukri. Menurutnya, fondasi yang ditinggalkan sudah kuat, terutama dalam membangun persatuan dan kepercayaan antaranggota. JMSI Kaltim, kata dia, kini menjadi wadah media siber yang solid, profesional, dan independen.
Sejumlah program prioritas telah disiapkan. Pelatihan jurnalistik, Uji Kompetensi Wartawan (UKW), penguatan manajemen media, hingga advokasi hukum bagi anggota menjadi agenda utama.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas anggota melalui pelatihan dan UKW, menjaga integritas serta kebebasan pers, sekaligus membantu anggota tumbuh secara ekonomi agar media tetap mandiri dan tidak mudah diintervensi,” tegasnya.
Bayu juga berkomitmen memperluas jangkauan program JMSI hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Ia ingin manfaat organisasi dirasakan secara merata, tidak terpusat di Samarinda saja.
Di tengah pesatnya perkembangan media digital, ia mengakui tantangan terbesar adalah menjaga soliditas organisasi. Media lokal harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai perusahaan pers yang profesional dan bertanggung jawab.
Ketua Harian JMSI Pusat, Ari Rahman, menilai posisi JMSI Kaltim sangat strategis. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi pengembangan media siber di kawasan Kalimantan, bahkan hingga ke Sulawesi dan negara tetangga.
Ia mendorong kepengurusan baru untuk menghadirkan program nyata yang berdampak langsung. Regenerasi jurnalis dan kolaborasi dengan berbagai pihak juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem media lokal.
“JMSI harus hadir membangun perusahaan media lokal dari sisi SDM, tata kelola, hingga kualitas produk jurnalistiknya,” ujar Ari.
Ia mengingatkan agar kepengurusan baru tidak melupakan sejarah perjuangan yang telah dibangun almarhum Sukri. “Kepengurusan hari ini hanya meneruskan, bukan merintis dari nol. Apa yang telah dibangun harus dijaga dan dilanjutkan,” tegasnya.