KALIMANTAN TIMUR — Ford akhirnya buka suara soal rencana besar mereka di segmen kendaraan listrik murah. Pabrikan asal Amerika itu mengumumkan platform Universal Electric Vehicle (UEV) yang akan menjadi tulang punggung berbagai model, mulai dari mobil subkompak hingga van komersial. Model pertama yang lahir dari platform ini adalah sebuah pick-up listrik kompak yang masuk jalur produksi pada 2027 sebagai model tahun 2028.
Nama Ranchero sendiri belum dikonfirmasi resmi oleh Ford. Namun, kebiasaan Ford menghidupkan kembali nama-nama ikonik seperti F-150 Lightning dan Maverick, plus pengajuan merek dagang yang baru-baru ini terdeteksi, membuat publik yakin nama itu yang akan dipakai.
Ford mengklaim platform UEV memiliki 20 persen lebih sedikit komponen dan pengikat dibanding kendaraan tradisional. Struktur platform ini terdiri dari tiga bagian: dua casting besar untuk subbagian depan dan belakang, serta paket baterai yang disusun di tengah sebagai lantai kendaraan sekaligus elemen struktural.
Meski demikian, Ford memilih arsitektur 400-volt yang membuat kecepatan pengisian daya lebih lambat ketimbang sistem 800-volt. Keputusan ini diambil demi menekan biaya produksi agar harga jual tetap di angka USD 30.000. Sistem pengisian yang lebih lambat dianggap sebagai kompromi yang wajar.
Ranchero akan menggunakan baterai lithium-iron-phosphate (LFP) yang lebih murah diproduksi. Ford belum merinci kapasitas baterai maupun angka jarak tempuh resmi, tapi target internal disebutkan minimal 300 mil atau sekitar 480 kilometer.
Dari segi performa, Ford mengklaim pick-up ini bisa melesat dari 0 hingga 60 mph (0-97 km/jam) dalam 4,5 detik—setara dengan EcoBoost Mustang. Platform yang terlihat dalam gambar menunjukkan motor listrik di bagian belakang untuk varian penggerak roda belakang, sementara varian all-wheel drive dengan motor ganda hampir pasti akan tersedia. Angka tenaga, torsi, serta kapasitas muat dan tarik akan diumumkan menjelang peluncuran.
Saat ini, pick-up listrik termurah di Amerika adalah Chevrolet Bolt dan Nissan Leaf yang sama-sama dibanderol mulai USD 32.000—tanpa bak kargo. Satu-satunya pesaing terdekat adalah Tesla Cybertruck, tapi harganya jauh di atas USD 60.000 untuk varian termurah. Sementara saudaranya sendiri, Ford Maverick hybrid, mulai dari USD 29.990 tapi bukan kendaraan listrik murni.
Dengan dimensi yang disebut Ford mirip Maverick namun kabin lebih luas dari Toyota RAV4, Ranchero juga dibekali bak kargo dan frunk (bagasi depan). Kombinasi ini membuatnya unik: kendaraan listrik murah dengan kepraktisan pick-up dan ruang kabin setara SUV kompak.
Ford menaruh harapan besar pada platform UEV. Ini menjadi proyek penyelamat setelah Ford menghentikan produksi F-150 Lightning dan mencatat kerugian miliaran dolar di divisi kendaraan listrik. Jika Ranchero gagal menghasilkan profit, "momen Model T" yang diimpikan Ford bisa berubah menjadi kegagalan ala Cybertruck.
Belum lagi kondisi pasar EV di Amerika yang sedang tidak menentu. Minat konsumen terhadap mobil listrik sangat bergantung pada harga, terbukti dari penurunan penjualan setelah insentif pajak federal dihapus. Ranchero harus membuktikan bahwa pick-up listrik murah bisa menjadi kendaraan massal—bukan sekadar kendaraan kedua bagi orang kaya.