KALIMANTAN TIMUR — BMW sedang menyiapkan dua jalur powertrain untuk M3 generasi berikutnya: listrik murni dan mesin bensin konvensional. Prototipe versi bensin baru saja tertangkap kamera tengah melahap tikungan di Nürburgring, menandai pertama kalinya M3 non-listrik terlihat dalam bentuk fisik.
Secara tampilan, M3 bensin memiliki proporsi yang berbeda dari prototipe M3 listrik. Kap mesinnya terlihat jauh lebih panjang, membuat siluet mobil tidak sekaku versi elektrik.
Desain depannya mengadopsi bahasa Neue Klasse yang juga dipakai pada sedan i3. Headlight dan gril ginjal menyatu dalam dua bagian horizontal, dipisahkan oleh cekungan di bodi. Di bagian bawah bumper, terdapat dua bukaan besar berbentuk L di tengah dan intake segitiga yang lebih kecil di sisi luar.
Dari samping, M3 ini tampil dengan wheel arch lebar yang menonjol keluar dari bodi, serta velg sporty yang menyembunyikan rem lebih besar dan kuat. Bagian belakangnya dilengkapi lip spoiler kecil dan empat ujung knalpot besar—tanda paling jelas bahwa ini adalah varian bensin. Lampu belakang dipasang cukup tinggi, mirip dengan i3.
BMW diperkirakan akan menggunakan mesin S58 3.0 liter twin-turbo inline-six yang sudah direkayasa ulang. Berbeda dengan M5 terbaru yang mengadopsi sistem hybrid penuh, M3 bensin kemungkinan besar hanya akan mendapat bantuan mild-hybrid ringan, tanpa sistem plug-in.
Semua indikasi menunjukkan M3 ini akan hadir dengan penggerak semua roda. Namun, rumor menyebut varian penggerak roda belakang entry-level mungkin dihilangkan. Kabar buruknya, transmisi manual juga diragukan akan kembali ke jajaran M3 generasi ini.
Detail lebih lanjut diperkirakan baru akan muncul dalam satu hingga dua tahun ke depan. BMW M3 bensin generasi terbaru dijadwalkan meluncur setelah varian listriknya, yang kemungkinan besar tiba pada 2028.