KALIMANTAN TIMUR — Keluhan muncul saat gelombang panas melanda Chongqing. Beberapa pemilik melaporkan air suspension kehilangan tekanan, membuat salah satu sisi mobil amblas hingga tak bisa dipakai normal. XPENG saat itu meminta maaf dan memperpanjang garansi sistem suspensi depan menjadi 8 tahun atau 160.000 km.
Melalui State Administration for Market Regulation (SAMR), XPENG China mendaftarkan recall resmi untuk 33.473 unit X9. Kendaraan yang masuk daftar adalah unit produksi 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025 – rentang hampir dua tahun.
Menurut SAMR, akar masalahnya ada pada fluktuasi proses produksi yang menurunkan tingkat kedap udara (airtightness) pada front air spring. Dalam pemakaian jangka panjang, apalagi di lingkungan bersuhu dan berkelembapan tinggi, kantung udara bisa bocor perlahan.
Kebocoran memicu lampu indikator kerusakan dan pesan peringatan di panel instrumen. Jika dibiarkan, karakter pengendalian kendaraan berubah dan risiko keselamatan meningkat. XPENG akan mengganti front air spring strut assembly dengan komponen yang sudah disempurnakan – tanpa biaya bagi konsumen.
Uniknya, tidak semua unit dalam daftar perlu diganti. SAMR menjelaskan sebagian kendaraan ternyata sudah terpasang komponen versi terbaru, jadi tidak ikut program perbaikan.
XPENG akan menghubungi pemilik terdampak lewat aplikasi resmi dan telepon untuk menjadwalkan penggantian. Recall ini hanya berlaku untuk pasar domestik China.
PT Sinar Eka Selaras Tbk (Erajaya Active Lifestyle) selaku APM XPENG di Indonesia belum bisa memastikan apakah unit yang dipasarkan di Tanah Air termasuk dalam batch produksi yang sama. Vice President Marketing Erajaya, Hari Arifianto, mengatakan kepada detikOto, Minggu (26/7): “Keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama kami. Di Indonesia, kami saat ini sedang melakukan penilaian menyeluruh untuk menentukan apakah kendaraan yang didistribusikan di pasar Indonesia dipengaruhi oleh masalah terkait produksi yang sama.”
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut soal dampak recall terhadap konsumen Indonesia.