Kolaborasi Otorita IKN dan PNM Jangkau 4.767 UMKM di Sepaku hingga Samboja, Target Bebas Kemiskinan 2035

Penulis: Hendra Setiawan  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:16:31 WIB
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono meninjau kegiatan kolaborasi pendampingan UMKM bersama PT PNM di Sepaku, Senin.

PENAJAM PASER UTARA — Sebanyak 4.767 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah delineasi IKN bakal menjadi prioritas pendampingan dan pembiayaan dalam kolaborasi strategis antara Otorita IKN dan PT PNM (Persero). Data ini menjadi peta jalan utama untuk memetakan kebutuhan akses permodalan serta penguatan kapasitas usaha masyarakat lokal.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa intervensi PNM dinilai krusial dalam proses pendanaan investasi dan pemberdayaan UMKM. "Pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM, sangat membutuhkan intervensi PNM," ujarnya di Sepaku, Senin.

Peta Sebaran UMKM di Tujuh Kecamatan

Berdasarkan pendataan Otorita IKN, ribuan UMKM tersebut tersebar di Kecamatan Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat, dan Sanga-Sanga. Data ini menjadi dasar bagi kedua lembaga untuk merancang skema pendampingan yang tepat sasaran.

Basuki menjelaskan, kolaborasi ini bukan sekadar program seremonial. Masyarakat lokal diarahkan menjadi calon warga ibu kota yang aktif terlibat dalam rantai ekonomi kawasan, bukan hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Dua Program Andalan: ULaMM dan Mekaar

PT PNM (Persero) membawa dua instrumen utama dalam kerja sama ini. Pertama, program ULaMM yang fokus pada pembiayaan sektor mikro. Kedua, program Mekaar yang menyasar pemberdayaan perempuan pelaku usaha ultra mikro melalui pembinaan ekonomi keluarga sejahtera.

Direktur PT PNM (Persero) Dradjad Hari Wibowo menyebutkan, pembangunan IKN memiliki target ambisius bebas kemiskinan pada 2035. "Banyak yang bisa dikerjasamakan dengan PNM," katanya menimpali.

Pendekatan Berbeda dari Perbankan Konvensional

Dradjad menegaskan bahwa model PNM berbeda dengan perbankan pada umumnya. Pihaknya tidak sekadar menyalurkan dana, tetapi melakukan pendampingan intensif kepada pelaku usaha hingga pendanaan yang diperoleh, termasuk dari perbankan, dapat disalurkan kembali secara produktif.

"Perbedaan PNM dengan perbankan adalah pendekatan pendampingan dan pendanaan yang diperoleh, termasuk dari perbankan, disalurkan kembali kepada pelaku usaha," jelas Dradjad.

Kerja sama ini menjadi langkah konkret untuk memastikan pertumbuhan ekonomi IKN tidak timpang. Warga lokal yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor tradisional diharapkan mampu naik kelas dan bersaing di kawasan ekonomi baru yang lebih dinamis.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top