Preview Ekosistem Xiaomi di Jakarta: TV Mini LED Jadi Otak Rumah Pintar, Bukan Sekadar Layar

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:07:31 WIB
Pengunjung mencermati demonstrasi integrasi TV S Mini LED dengan perangkat IoT dalam skenario ruang keluarga di kantor Xiaomi Indonesia, Jakarta, 8 Agustus 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Acara yang digelar di kantor Xiaomi Indonesia pada 8 Agustus 2026 ini memang berfokus pada TV S Mini LED terbaru. Tetapi alih-alih hanya membeberkan spesifikasi panel, Xiaomi memilih membagi area demo menjadi beberapa skenario ruangan. Strategi ini memperlihatkan bagaimana TV, perangkat IoT, dan produk lifestyle bisa berjalan dalam satu ekosistem yang saling terhubung melalui aplikasi Xiaomi Home.

Skenario Ruang Keluarga: Hiburan, Kopi, dan Udara Bersih dalam Satu Sistem

Di ruang keluarga, Xiaomi memasang TV S Mini LED 65 inci sebagai pusat hiburan. Perangkat pendamping yang ditampilkan adalah Mijia Capsule Coffee Machine dan Smart Air Purifier Max. Ketiganya tidak hanya dipajang, tetapi didemonstrasikan sebagai satu kesatuan pengalaman—menonton konten 4K sambil menikmati kopi dalam hitungan menit dengan kualitas udara yang terjaga.

Integrasi semacam ini memang terdengar sederhana, tetapi justru di situlah letak kekuatan ekosistem Xiaomi. Pengguna tidak perlu membuka beberapa aplikasi berbeda untuk mengontrol perangkat yang tersebar di rumah. Semua bisa diakses dari satu pintu masuk.

Ruang Kerja dan Gaming: Xiaomi Cast dan Mode Art Installation

Pergeseran fokus terjadi di area ruang kerja. Di sini Xiaomi mendemonstrasikan konektivitas antar perangkat melalui fitur Xiaomi Cast, yang menghubungkan tablet ke TV untuk tampilan lebih luas. Aplikasi Xiaomi Home juga diperlihatkan mampu memantau CCTV, mengontrol air purifier, hingga menjalankan robot vakum dari satu perangkat.

Yang menarik, TV juga difungsikan sebagai elemen dekoratif lewat mode art installation. Layar menampilkan karya seni dan foto, mengubah fungsi TV dari sekadar monitor menjadi bagian dari estetika ruangan saat tidak digunakan untuk menonton.

Sesi ditutup dengan area gaming menggunakan TV S Mini LED 85 inci yang mendukung refresh rate hingga 288 Hz dalam Game Boost Mode. Angka ini jelas menyasar gamer yang menginginkan responsivitas tinggi untuk konsol generasi terbaru maupun PC.

Catatan: Daya Tarik Utama Bukan di TV, Tapi di Ekosistemnya

Dari sesi preview ini, terlihat jelas bahwa Xiaomi ingin menggeser persepsi konsumen. TV S Mini LED 2026 bukan sekadar produk display dengan spesifikasi mumpuni, melainkan gerbang masuk ke ekosistem rumah pintar yang lebih luas. Strategi ini masuk akal—loyalitas pengguna justru terbentuk ketika mereka sudah memiliki beberapa perangkat yang saling terhubung dalam satu aplikasi.

Yang perlu diperhatikan calon pembeli adalah biaya membangun ekosistem ini tidak murah. TV 65 inci kelas Mini LED, mesin kopi kapsul, air purifier, robot vakum, hingga CCTV membutuhkan investasi puluhan juta rupiah jika dibeli sekaligus. Belum lagi harga TV S Mini LED 2026 untuk pasar Indonesia yang belum diumumkan secara resmi.

Bagi yang baru pertama kali mencoba smart home, menarik untuk melihat apakah ekosistem Xiaomi benar-benar stabil dalam pemakaian harian—terutama konektivitas antar perangkat yang sering menjadi masalah di produk kategori ini. Namun dari sisi konsep, apa yang ditampilkan Xiaomi di sesi preview ini cukup kohesif dan menjawab kebutuhan integrasi perangkat di rumah.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top