Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik 2 September 2026, Pertamax Turbo Rp19.600 per Liter

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 13 September 2026 | 12:16:31 WIB
Papan harga BBM nonsubsidi Pertamina di SPBU memperlihatkan tarif baru per 2 September 2026.

KALIMANTAN TIMUR — Penyesuaian tarif berlaku di SPBU Pertamina sejak awal bulan ini dan tercatat di laman resmi perusahaan. Wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, menjadi acuan harga yang dipublikasikan.

Pertamina belum merinci alasan resmi penyesuaian kali ini. Namun pergerakan harga minyak mentah global yang menembus 108 dolar AS per barel disebut menjadi pemicu utama.

Pertamax Green 95 Naik Paling Tajam, Selisih Rp2.550 per Liter

Dari empat produk yang disesuaikan, Pertamax Green 95 mencatat lonjakan terbesar. Harga jualnya naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter.

Pertamax Turbo mengikuti dengan kenaikan Rp1.300, dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter. Sementara di segmen diesel, Dexlite kini dibanderol Rp23.700 dari sebelumnya Rp19.700, dan Pertamina Dex menempati posisi termahal Rp25.200 per liter, naik dari Rp21.150.

Berikut rincian harga baru per liter untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen:

  • Pertamax Turbo: Rp19.600 (naik dari Rp18.300)
  • Pertamax Green 95: Rp19.150 (naik dari Rp16.600)
  • Dexlite: Rp23.700 (naik dari Rp19.700)
  • Pertamina Dex: Rp25.200 (naik dari Rp21.150)
  • Pertamax: tidak berubah

Pertalite dan Bio Solar Ditahan, Pengguna Roda Dua Tak Terdampak

Di sisi BBM subsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar tetap Rp6.800 per liter. Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Pertamina yang memastikan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026.

Artinya, beban kenaikan hanya dirasakan pengguna kendaraan yang memilih BBM nonsubsidi. Terutama pemilik mobil pribadi dan kendaraan bermesin diesel modern.

Pengguna Pertalite dan Biosolar, yang umumnya kendaraan roda dua serta angkutan umum, tidak terdampak langsung.

Mengapa Hanya Produk Nonsubsidi yang Bergerak

Produk seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mendapat kompensasi dari anggaran subsidi maupun Public Service Obligation (PSO). Harganya mengikuti mekanisme pasar.

Bagi Pertamina, selisih harga jual nonsubsidi terhadap biaya perolehan menjadi bantalan agar tidak membebani keuangan perseroan. Pola ini sama seperti penyesuaian-penyesuaian sebelumnya.

Pergerakan harga minyak dunia memang memunculkan pertanyaan di pasar apakah harga Pertalite juga akan ikut naik. Pertamina telah menyatakan sebaliknya.

Cek Harga di SPBU Terdekat Sebelum Bepergian

Tarif BBM nonsubsidi bisa berbeda antarwilayah mengikuti besaran PBBKB setempat. Konsumen yang hendak bepergian sebaiknya mengecek harga di SPBU terdekat lebih dulu.

Kenaikan kali ini menegaskan pola yang sama seperti penyesuaian sebelumnya. Produk nonsubsidi bergerak mengikuti harga minyak dunia, sementara Pertalite dan Biosolar ditahan demi menjaga daya beli masyarakat.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: auranusantara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top