Lamine Yamal Tegaskan Spanyol Tak Bosan Juara Usai Bekuk Inggris 3-2

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 29 September 2026 | 19:45:31 WIB
Lamine Yamal mencetak satu gol saat Spanyol mengalahkan Inggris 3-2 di laga pembuka UEFA Nations League.

KALIMANTAN TIMUR — Spanyol membuka kiprah di UEFA Nations League dengan kemenangan 3-2 atas Inggris, dan Lamine Yamal menyumbang satu gol dalam laga tersebut. Penyerang Barcelona itu menegaskan tidak ada pemain di skuad La Furia Roja yang merasa bosan dengan gelar juara, meski baru saja menuntaskan dominasi di Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

Kemenangan atas Inggris menjadi sinyal bahwa Spanyol masih menyimpan ambisi besar di kompetisi antarbangsa Eropa. Yamal tampil sebagai salah satu pencetak gol dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Spanyol datang ke UEFA Nations League dengan status juara bertahan dua turnamen besar terakhir yang mereka ikuti. La Furia Roja menjuarai Euro 2024, lalu melanjutkannya dengan gelar Piala Dunia 2026.

Keraguan Usai Piala Dunia 2026 Dijawab Yamal

Sejumlah pihak sempat meragukan motivasi Spanyol setelah puncak prestasi di Piala Dunia 2026. Pertanyaan soal rasa jenuh dan kehilangan greget muncul wajar, mengingat hampir semua trofi bergengsi sudah diraih generasi pemain saat ini.

Yamal menepis anggapan tersebut. Pemain muda Barcelona itu memastikan ruang ganti Spanyol tetap lapar gelar.

"Kami bekerja dengan tenang dan dengan keinginan untuk meraih lebih banyak lagi; tidak ada satu pun yang merasa bosan dengan kemenangan," ujar Yamal kepada On Sport.

Peran Fundamental Yamal: Keseimbangan, Bukan Sekadar Gol

Di laga melawan Inggris, Yamal tidak hanya mencetak gol. Ia menyebut tugas utamanya adalah menjaga keseimbangan permainan tim, bukan sekadar mengejar statistik pribadi.

"Saya mencoba bermain seefektif mungkin, memberi perbedaan, dan memberi segalanya untuk tim, tapi peran fundamental saya adalah mencapai keseimbangan," ucap pemain Barcelona itu.

Yamal juga menyoroti kemampuan adaptasi skuad Spanyol terhadap kehadiran sejumlah pemain berbeda. Menurutnya, setiap pemain punya karakter dan keunggulan masing-masing yang membuat tim lebih sulit dibaca lawan.

"Tim beradaptasi dengan keberadaan beberapa pemain dan setiap pemain itu spesial dalam apa yang mereka lakukan," katanya.

Rekam Jejak Spanyol di UEFA Nations League

Spanyol terakhir kali menjuarai UEFA Nations League pada 2023. Pada edisi berikutnya, mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Portugal di partai final.

Kemenangan 3-2 atas Inggris menjadi modal penting untuk mengarungi kompetisi edisi kali ini. Hasil tersebut menempatkan Spanyol pada posisi yang menguntungkan di fase grup, sekaligus menegaskan bahwa skuad asuhan pelatih mereka masih kompetitif di level tertinggi.

Bagi Yamal, kontribusi di laga pembuka ini menjadi penanda kesinambungan performa setelah Piala Dunia 2026. Pemain muda itu terus dipercaya sebagai salah satu motor serangan Spanyol, dengan tugas ganda sebagai pencetak gol dan penyeimbang ritme permainan.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: sport.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top