Pencarian

UMKM Herbal Kaltim Disiapkan Tembus Pasar Eropa, Produk Akar Bajakah hingga Pasak Bumi Jadi Andalan

Minggu, 27 September 2026 • 20:01:32 WIB
UMKM Herbal Kaltim Disiapkan Tembus Pasar Eropa, Produk Akar Bajakah hingga Pasak Bumi Jadi Andalan
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih menyatakan permintaan produk kesehatan alami di pasar Eropa, khususnya Swiss, terus meningkat.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kalimantan Timur memfasilitasi pelaku UMKM herbal daerah menembus pasar Eropa, terutama Swiss, seiring tingginya permintaan produk kesehatan alami. Sejumlah komoditas seperti olahan akar bajakah, bawang tiwai, pasak bumi, daun tahongai, dan kenanga disiapkan memenuhi standar ekspor. Langkah ini menargetkan peningkatan nilai tambah hasil hutan bukan kayu sekaligus memperkuat ekonomi non-migas Kaltim.

SAMARINDA — Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih menyatakan peluang ekspor produk kesehatan alami ke Eropa, khususnya Swiss, terbuka sangat lebar. Permintaan pasar global terhadap produk berbasis bahan alami terus meningkat. Pemerintah provinsi merespons dengan mengintensifkan pendampingan teknis dan literasi legalitas ekspor bagi pelaku UMKM.

Nilai Impor Produk Kesehatan Swiss Capai 51,20 Miliar Dolar AS

Heni memaparkan nilai impor produk kesehatan di Swiss mencapai 51,20 miliar dolar AS dengan harga rata-rata 609 dolar AS per kilogram. Angka itu menjadi pijakan Pemprov Kaltim memfasilitasi daya saing komoditas herbal lokal.

"Lonjakan nilai impor yang naik hingga tiga kali lipat ini merupakan peluang bagi UMKM daerah untuk mengisi porsi pasar premium," ujar Heni di Samarinda, Sabtu.

Beberapa produk herbal Kaltim yang dinilai berpotensi menembus pasar Eropa meliputi olahan akar bajakah, bawang tiwai, pasak bumi, daun tahongai, hingga produk olahan kenanga. Komoditas tersebut merupakan hasil hutan bukan kayu yang selama ini menjadi kekayaan khas Kalimantan Timur.

Standar GMP dan Izin Swissmedic Jadi Syarat Wajib

Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim menekankan pemenuhan standar Good Manufacturing Practice pada rantai manufaktur serta perizinan otoritas Swissmedic sebagai kualifikasi wajib bagi pelaku UMKM. Kedua syarat itu menentukan apakah produk bisa diterima di pasar Swiss.

Persyaratan kemasan juga tidak sederhana. Produk herbal ekspor diwajibkan mencantumkan detail komposisi, dosis, dan nomor batch menggunakan pilihan bahasa resmi setempat.

"Kemasan produk herbal ekspor juga dipersyaratkan mencantumkan detail komposisi, dosis, dan nomor batch menggunakan pilihan bahasa resmi setempat," tutur Heni.

Selain standar mutu manufaktur, kepemilikan sertifikasi halal didorong sebagai nilai tambah penetrasi pasar konsumen Eropa. Sertifikasi itu membuka segmen konsumen Muslim di kawasan tersebut sekaligus memperkuat kredibilitas produk.

Export Center Balikpapan dan InaExport Jadi Jalur Pendampingan

Pemerintah provinsi menyediakan fasilitas pendampingan melalui optimalisasi fungsi layanan Export Center Balikpapan. Pelaku usaha juga diarahkan memanfaatkan platform digital InaExport milik Kementerian Perdagangan.

"Melalui platform InaExport milik Kementerian Perdagangan, pelaku usaha dapat memetakan riset pasar sekaligus memperluas jaringan jejaring buyer global," kata Heni.

Langkah perambahan pasar internasional ini diharapkan meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Pengembangan industri herbal berkelanjutan berbasis kearifan lokal Kaltim disebut menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi non-migas.

"Kami optimistis kombinasi kualitas produk unggulan dan legalitas yang lengkap akan membawa produk herbal Kaltim semakin mendunia," ujar Heni.

Follow faktasamarinda.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks