IHSG Terjun Bebas 2,06 Persen ke 6.584, Rupiah Merosot ke Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:57:01 WIB
IHSG melemah 2,06 persen ke posisi 6.584,762 pada pembukaan perdagangan pagi ini.

JAKARTA — Pekan baru dibuka dengan tekanan di pasar keuangan domestik. IHSG langsung melorot ke zona merah dan sempat menyentuh level 6.584,762 pada perdagangan pagi ini. Pelemahan ini terjadi setelah pada sesi preopening indeks sudah turun 1,40 persen ke posisi 6.628,976.

Di pasar valuta asing, tekanan juga tak kalah terasa. Data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB mencatat kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.630. Artinya, mata uang Garuda kehilangan 33 poin atau 0,19 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Bukan Cuma Indonesia: Bursa Asia Kompak Tertekan

Tekanan jual tidak hanya terjadi di dalam negeri. Sejumlah bursa utama Asia pagi ini juga bergerak di jalur negatif. Nikkei 225 Jepang turun 1,02 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,06 persen, dan Straits Times Singapura terkoreksi 0,32 persen.

Satu-satunya yang masih mampu bertahan hijau adalah indeks SSE Composite China yang naik tipis 0,06 persen. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen negatif masih mendominasi pasar regional, seiring kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan moneter global dan ketidakpastian ekonomi.

Apa yang Bisa Terjadi Selanjutnya?

Pelemahan IHSG dan rupiah di awal pekan ini menjadi sinyal bahwa pelaku pasar masih dalam mode wait and see. Para analis biasanya akan mencermati data ekonomi terbaru serta pernyataan bank sentral AS untuk mencari petunjuk arah suku bunga ke depan.

Bagi investor ritel, kondisi ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi beli di harga rendah. Namun tetap diperlukan kehati-hatian mengingat volatilitas masih tinggi. Pergerakan rupiah di atas level Rp 17.600 per dolar AS juga menjadi perhatian tersendiri bagi sektor impor dan perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang asing.

Belum ada pernyataan resmi dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan terkait pergerakan pasar pagi ini. Namun, langkah intervensi biasanya dilakukan jika tekanan dianggap sudah berlebihan dan mengancam stabilitas sistem keuangan.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top