KALIMANTAN TIMUR — Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia Antam yang diperbarui pukul 08.30 WIB, harga dasar emas ukuran 1 gram kini berada di level Rp2,789 juta. Angka ini naik dari posisi kemarin yang sebesar Rp2,764 juta per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback, yang kini berada di Rp2,594 juta per gram, naik Rp25.000.
Selisih antara harga jual dan harga beli kembali (buyback) saat ini mencapai Rp195.000 per gram. Bagi investor, angka ini penting karena menjadi indikator biaya yang harus ditanggung jika ingin menjual emas batangan dalam waktu dekat.
Tidak hanya Antam, harga emas BSI Gold juga bergerak positif. Berdasarkan situs HRTA Gold, emas BSI Gold ukuran 1 gram hari ini dihargai Rp2,681 juta, dengan buyback di Rp2,551 juta. Kenaikan ini sejalan dengan tren penguatan harga emas global.
Namun, situasi berbeda terjadi di Pegadaian. Harga emas Galeri24 justru turun Rp8.000 menjadi Rp2,756 juta per gram. Emas UBS juga melemah Rp5.000 ke level Rp2,788 juta per gram. Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa masing-masing produk memiliki faktor penentu harga yang berbeda, mulai dari produsen, standar cetakan, hingga jalur distribusi.
Berikut rincian harga emas Antam untuk berbagai ukuran, belum termasuk pajak 0,25 persen:
Sementara itu, harga emas BSI Gold ukuran 1 gram tercatat Rp2.681.000 dengan buyback Rp2.551.000. Untuk emas Galeri24, harga 1 gram berada di Rp2.756.000, sedangkan emas UBS ukuran yang sama dihargai Rp2.788.000.
Selisih Rp195.000 per gram antara harga jual dan buyback Antam menjadi perhatian bagi mereka yang berinvestasi emas fisik. Semakin lebar selisihnya, semakin besar potensi kerugian jika menjual dalam waktu singkat. Sebaliknya, bagi pembeli baru, harga saat ini masih dianggap menarik karena tren kenaikan harga emas global masih berlanjut.
Perbedaan harga antarproduk seperti Antam, BSI, Galeri24, dan UBS juga menunjukkan bahwa investor perlu membandingkan harga sebelum membeli. Faktor seperti pajak, biaya cetak, dan kebijakan buyback masing-masing toko emas atau platform bisa memengaruhi keuntungan di masa depan.
Dengan harga yang terus bergerak, keputusan membeli atau menjual emas sebaiknya didasarkan pada kebutuhan likuiditas dan tujuan investasi jangka panjang.