KALIMANTAN TIMUR — Kemenhaj mulai memberangkatkan jemaah haji Indonesia secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin (25/5), bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Fase ini menjadi puncak rangkaian ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Ulfa Assegaf menyatakan pergerakan jemaah menuju Arafah dilaksanakan dalam tiga gelombang, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. "Kami mengimbau seluruh jemaah agar mengikuti jadwal yang telah ditentukan, tidak bergerak sendiri, tidak mendahului rombongan, dan selalu mematuhi arahan petugas kloter, sektor, maupun pembimbing ibadah," ujar Maria lewat situs resmi.
Menurut Kemenhaj, perjalanan menuju Arafah membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Jemaah diminta menjaga kepatuhan terhadap ketentuan ihram. Bagi jemaah laki-laki, dilarang memakai pakaian berjahit yang membentuk anggota badan, menutup kepala dengan peci atau sorban, serta menggunakan alas kaki yang menutupi mata kaki dan tumit. Sementara jemaah perempuan tidak diperkenankan menutup wajah dengan cadar maupun menggunakan sarung tangan.
Pemerintah menyiagakan satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan satu di Mina untuk memastikan layanan cepat selama fase Armuzna. "Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan," tegas Maria.
Kemenhaj juga meminta jemaah menjaga kondisi tubuh dengan istirahat cukup, makan teratur, dan memperbanyak minum air putih. "Gunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko kelelahan akibat cuaca panas," tambahnya. Jemaah dengan riwayat penyakit tertentu diminta memastikan obat pribadi selalu dibawa dan mudah dijangkau.
Sebanyak 657 petugas Satgas Arafah telah ditempatkan di berbagai titik layanan untuk mendukung kelancaran operasional. Maria mengajak seluruh jemaah saling peduli dan membantu selama puncak ibadah. "Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat," pungkasnya.
Ia mengingatkan jemaah untuk menjaga diri dari larangan ihram seperti memotong kuku, mencabut rambut, menggunakan wangi-wangian setelah niat ihram, serta menjaga lisan dan perilaku agar ibadah tetap khusyuk. "Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina," ujar Maria.