KUTAI BARAT — Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar) memastikan distribusi hewan kurban tahun ini menjangkau seluruh wilayah administrasi. Total 77 ekor sapi dialokasikan untuk 16 kecamatan yang tersebar di daerah dengan topografi perbukitan dan sungai tersebut.
Keistimewaan tahun ini, Kutai Barat menerima satu ekor sapi kurban yang merupakan bantuan langsung dari Presiden RI. Hewan tersebut akan digabungkan dalam mekanisme distribusi Pemkab Kubar dan disalurkan ke titik yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah.
Belum ada keterangan resmi terkait kecamatan mana yang akan menerima sapi bantuan presiden itu. Namun, tradisi tahunan ini menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pelaksanaan ibadah kurban di daerah-daerah terpencil di Kalimantan Timur.
Kutai Barat memiliki tantangan geografis yang tidak sederhana. Akses ke sejumlah kecamatan hanya bisa ditempuh melalui transportasi sungai atau jalur darat yang memakan waktu berjam-jam. Jika distribusi terlambat, kualitas hewan kurban bisa menurun dan ibadah kurban terganggu.
Dengan memulai penyaluran jauh-jauh hari sebelum Iduladha, Pemkab Kubar mengantisipasi kendala logistik. Langkah ini memastikan hewan kurban tiba dalam kondisi sehat dan siap disembelih pada hari raya nanti.
Dengan total 77 ekor dan 16 kecamatan sebagai sasaran, rata-rata setiap kecamatan mendapat jatah sekitar 4–5 ekor sapi. Jumlah ini tentu bervariasi, tergantung pada jumlah penduduk dan usulan dari masing-masing wilayah.
Distribusi hewan kurban oleh Pemkab Kubar merupakan program tahunan yang rutin dijalankan. Selain sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, program ini juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial antarwarga di momen Iduladha.
Bagi warga di kecamatan terpencil, pasokan hewan kurban dari pemerintah daerah sangat berarti. Tidak semua desa memiliki akses mudah untuk membeli sapi atau kambing yang layak kurban, terutama karena harga yang tinggi mendekati hari raya.
Dengan adanya bantuan ini, lebih banyak keluarga kurang mampu di Kubar yang bisa menikmati daging kurban. Semangat berbagi di hari raya pun dapat dirasakan secara lebih merata, dari ibu kota kabupaten hingga kampung-kampung di pedalaman.