BERAU — Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan kebersihan lingkungan menjadi syarat mutlak agar pariwisata di Kepulauan Maratua tetap berkelanjutan. "Pulau Maratua adalah wajah pariwisata Kabupaten Berau, maka segala kebutuhan dasar warga dan kenyamanan pengunjung wajib kami perhatikan, termasuk soal kebersihan dan keindahan lingkungan," ujarnya di Berau, Selasa.
Sejak 2024, Pemkab Berau telah mengoperasikan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) 3R di setiap kampung di Kepulauan Maratua. Sistem ini memilah dan mengolah sampah dari sumbernya sebelum diangkut ke tempat pemrosesan akhir.
Untuk menangani volume sampah yang lebih besar, pembangunan TPST Pulau Maratua sudah dimulai pada 2024 dan ditargetkan rampung tahun ini. "Awal 2027 TPST bisa beroperasi," kata Sri Juniarsih.
Sepanjang 2025, tingkat kunjungan wisata ke Pulau Maratua mencapai 22.447 orang. Rinciannya, 17.101 wisatawan nusantara dan 5.346 wisatawan mancanegara.
Angka itu berkontribusi pada total kunjungan wisata Kabupaten Berau yang mencapai 782.266 orang pada 2025. Bandingkan dengan 2024 yang hanya 557.214 kunjungan—artinya ada kenaikan 40 persen dalam setahun. Dari jumlah itu, wisatawan nusantara naik menjadi 776.920 orang dan wisatawan mancanegara menjadi 5.346 orang.
Selain pengelolaan sampah, Pemkab Berau mengandalkan sejumlah faktor untuk mencapai target 30.000 kunjungan pada 2026. Penerbangan langsung ke Maratua sudah beroperasi, destinasi baru seperti Gua Gumantung mulai dikembangkan, dan promosi pariwisata terus digencarkan.
"Kepulauan ini secara alami sudah indah, maka kebersihan dan keindahan lingkungan harus dijaga," ujar Sri Juniarsih. Ia menambahkan, komitmen pemerataan pembangunan tidak hanya terpusat di daratan, tetapi juga menjangkau wilayah pesisir dan pulau terdepan.