KALIMANTAN TIMUR — Odisha, India, bukan lokasi yang biasa diasosiasikan dengan pesta sepak bola dunia. Namun, Manas Kumar Sahoo mengubahnya. Di Pantai Puri yang tenang, ia mendirikan instalasi pasir raksasa sebagai penghormatan terhadap Piala Dunia FIFA 2026.
Sahoo tidak sekadar menumpuk pasir. Ia membentuk replika trofi Piala Dunia yang ikonik, dikelilingi figur pemain yang berebut bola, serta siluet suporter yang bersorak. Bola resmi turnamen, "Trionda", menjadi elemen sentral dalam komposisi artistiknya.
Proses pembuatan patung ini memakan waktu berhari-hari. Sahoo memanfaatkan tekstur pasir pantai untuk menciptakan ilusi gerakan dan semangat kompetisi. "Saya ingin menangkap euforia yang akan dirasakan seluruh dunia," ujarnya.
Bagi Sahoo, Piala Dunia adalah bahasa universal. Lewat karyanya, ia ingin menunjukkan bahwa antusiasme terhadap turnamen ini melampaui batas negara dan budaya. India, meski bukan peserta, memiliki jutaan penggemar sepak bola yang tak kalah bergairah.
"Pantai Puri sering menjadi kanvas bagi saya untuk merayakan momen-momen global. Piala Dunia 2026 adalah kesempatan sempurna untuk menyatukan orang-orang melalui seni," tambahnya. Karya ini telah menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara.
Karya Sahoo hadir di tengah gelombang persiapan menuju kick-off. Stadion di Amerika Serikat menyiapkan teknologi khusus. Argentina bersama Lionel Messi membidik akhir sempurna. Timnas Iran masih menghadapi masalah visa.
Dari kamp pengungsian Gaza hingga film animasi Indonesia "Garuda di Dadaku", semangat Piala Dunia 2026 meluas. Seni pasir di Odisha ini menjadi pengingat bahwa sepak bola adalah milik semua orang, di mana pun mereka berada.