Dua Agenda Krusial di Samarinda Sama-Sama Ditunda: Hak Angket DPRD Kaltim Gagal Kuorum, Pemilihan Rektor Unmul Dihentikan Mendadak

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 14:18:31 WIB
Rapat Paripurna DPRD Kaltim gagal kuorum sehingga penundaan Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud terjadi.

SAMARINDA — Dua agenda penting yang dijadwalkan berlangsung di Samarinda, Rabu (10/6), berakhir dengan penundaan. Rapat Paripurna DPRD Kaltim untuk membahas Hak Angket terhadap Gubernur Rudy Mas’ud tidak mencapai kuorum, sementara pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) dihentikan secara mendadak oleh pimpinan senat.

Hak Angket Gagal: Hanya 32 Anggota Dewan Hadir

Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud, kakak kandung Gubernur Rudy Mas’ud, dimulai pukul 10.00 Wita. Namun, dari daftar hadir yang diverifikasi, hanya 32 anggota yang hadir. Padahal, syarat kuorum untuk rapat paripurna hak angket adalah 41 orang atau tiga perempat dari total 55 anggota DPRD Kaltim.

“Kami sudah memanggil dan mengundang anggota yang belum hadir, awalnya 30 jadi 31 dan kemudian 32 orang. Tetapi tetap belum memenuhi kuorum,” kata Wakil Ketua DPRD Ananda Emira Moeis.

Ketidakhadiran massal terjadi di sejumlah fraksi. Fraksi Golkar, yang memiliki 15 anggota, hanya mengirimkan satu wakil, yaitu Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud. Sekretaris Fraksi Golkar Sarkowi V Zahry menegaskan pihaknya menolak Hak Angket dan memilih tidak hadir, meskipun sebelumnya sempat menyatakan akan hadir lengkap. “Kami memang menolak Hak Angket kecuali Hak Interpelasi,” ujar Sarkowi.

Fraksi PAN juga absen total atas perintah DPP partai. Empat anggotanya, termasuk ketua fraksi Sigit Wibowo dan sekretaris Baharuddin Demmu, tidak menampakkan diri. “Karena kebijakan Partai, ya kami harus patuh,” kata anggota Fraksi PAN, H Muhammad Darlis Pattalongi.

Tiga anggota Fraksi Gerindra juga tidak hadir dengan alasan dinas luar dan izin, meskipun Ketua Fraksi Agus Suwandy sebelumnya mewajibkan seluruh kadernya hadir. Satu anggota Fraksi NasDem, H Kamaruddin Ibrahim, dikabarkan meninggal dunia, sementara satu anggota Fraksi Demokrat, Andi Faisal Assegaf, juga absen tanpa alasan jelas.

Fraksi yang hadir lengkap hanya PDI Perjuangan (9 orang), PKB (6 orang), dan PKS (4 orang). Karena rapat dua kali ditunda dan tetap tidak kuorum, Ketua DPRD mengembalikan agenda ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk dijadwalkan ulang.

Mahasiswa dan Aliansi Rakyat Kaltim Kecewa: “Mereka Pengecut”

Di luar gedung DPRD, Aliansi Rakyat Kaltim (ARK) bersama mahasiswa menggelar aksi protes. Mereka menuding anggota dewan yang tidak hadir sengaja menghindari tanggung jawab. “Mereka menghindar, kabur selayaknya seorang pengecut,” kata Fatur Rahman, Jenderal Lapangan ARK. Massa mengancam akan terus beraksi hingga Hak Angket benar-benar diputuskan. “Pokoknya Hak Angket harga mati,” teriak mereka.

Pemilihan Rektor Unmul Ditunda di Tengah Jalan

Sementara itu, Rapat Senat Terbuka Pemilihan Rektor Unmul periode 2026-2030 di Lantai 4 Gedung Rektorat juga bernasib sama. Baru saja dibuka oleh Ketua Senat Prof Dr Muh Amir Masruhim, rapat langsung ditutup kembali. “Saya mohon maaf berdasarkan arahan dari Kementerian, penyampaian visi misi, program kerja dan penjaringan diminta dipending,” ujar Prof Amir di hadapan anggota senat.

Penundaan mendadak ini memicu reaksi dari anggota senat yang hadir. Agenda rapat sejatinya adalah penyampaian visi misi dan program kerja dari lima kandidat calon rektor, yaitu Prof Dr Mukhamad Nurhadi, Prof Dr Abdunnur (petahana), Prof Dr Soerja Koesnarpadi, Prof Dr Rudianto Amirta, dan Prof Dr Fahrul Agus. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan proses pemilihan rektor akan dilanjutkan.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: jurnalborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top