OIKN Perkuat Kader Posyandu di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Targetkan Stunting Turun dari 18 Persen

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 12:49:01 WIB
Kader Posyandu di Penajam Paser Utara mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi dan keluarga sehat yang digelar OIKN.

PENAJAM PASER UTARA — Angka stunting di wilayah inti Ibu Kota Nusantara masih menjadi pekerjaan rumah yang serius. Otorita IKN mencatat prevalensinya berada di angka 18 persen, sebuah persentase yang ingin ditekan hingga ke titik nol melalui pendekatan dari hulu ke hilir.

Bekali Kader dengan Pelatihan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Sehat

Alih-alih hanya fokus pada pengobatan, OIKN memilih jalur pencegahan sebagai kunci utama. Penguatan dimulai dari garda terdepan: para kader posyandu yang setiap hari bersentuhan langsung dengan keluarga di tingkat akar rumput.

“Tidak boleh lagi ada kelahiran stunting di IKN, sebagai upaya menyiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan ibu kota negara,” ujar Suwito di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu.

Untuk mewujudkan target tersebut, OIKN membekali para kader dengan pelatihan spesifik. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keluarga sehat, kesehatan reproduksi, hingga panduan kehamilan sehat. Pelatihan ini diharapkan mampu mengubah pola pendampingan di lapangan.

Kolaborasi Lintas Institusi untuk Perluas Jangkauan

Program ini tidak berjalan sendiri. OIKN menggandeng Puskesmas setempat, pemerintah daerah, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Sinergi ini, menurut Suwito, bertujuan memperluas cakupan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat secara lebih efektif.

Kepala Puskesmas Maridan, Basiran, menilai penguatan kader posyandu sebagai investasi jangka panjang yang krusial. Sebab, para kader lah yang menjadi jembatan komunikasi antara program pemerintah dan warga.

“Mereka yang berinteraksi langsung dengan keluarga,” timpal Basiran.

Kader Merasa Terbantu: Wawasan Baru untuk Pendampingan Warga

Respon positif datang dari lapangan. Seminawati, salah satu kader Posyandu Maridan, mengaku pelatihan dari OIKN memberikan tambahan wawasan yang aplikatif. Ia kini merasa lebih percaya diri saat mendampingi ibu hamil dan balita di wilayahnya.

“Pelatihan ini menambah wawasan yang bisa langsung diterapkan saat mendampingi masyarakat,” kata Seminawati.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi pendampingan adalah kunci agar target bebas stunting di IKN bukan sekadar wacana.

Target Nol Kasus Baru: dari Hulu ke Hilir

Pendekatan yang diusung OIKN bersifat komprehensif. Dari sisi hulu, fokus utama adalah pencegahan melalui edukasi calon pengantin dan ibu hamil. Sementara di sisi hilir, intervensi gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita terus diperkuat.

Dengan strategi ini, Otorita IKN optimistis angka 18 persen bisa ditekan drastis dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan semakin kokohnya peran kader posyandu sebagai agen perubahan di wilayah ibu kota baru.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top