KALIMANTAN TIMUR — Pertandingan di Houston, Amerika Serikat, menjadi panggung pembuka bagi dua tim dengan ambisi berbeda. Jerman, yang datang sebagai kandidat kuat, harus bekerja keras setelah Curacao menyamakan skor di menit ke-21. Gol Livano Comenencia memanfaatkan bola liar di kotak penalti menjadi gol pertama Curacao sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.
Jerman membuka keunggulan cepat lewat Felix Nmecha pada menit keenam. Tembakan melengkung hasil duet dengan Florian Wirtz sempat membuat pendukung Jerman tenang. Namun, Curacao menunjukkan perlawanan.
Gol Comenencia mengubah peta pertandingan. Kegembiraan tim Karibia itu tidak bertahan lama. Nico Schlotterbeck mengembalikan keunggulan Jerman lewat sundulan di menit ke-38. Kai Havertz kemudian memperbesar skor menjadi 3-1 melalui titik penalti di masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, Jerman tampil semakin agresif. Jamal Musiala mencetak gol keempat hanya dua menit setelah kick-off. Aksi individu briliannya diakhiri tembakan mendatar ke sudut gawang, membuat Curacao semakin tertekan.
Julian Nagelsmann terus mendorong timnya. Nathaniel Brown menambah penderitaan Curacao di menit ke-68. Umpan cerdik Deniz Undav ia maksimalkan menjadi gol. Proses gol sempat diperiksa VAR, namun akhirnya disahkan. Skor berubah menjadi 5-1.
Jerman tidak mengendurkan serangan. Dua gol tambahan tercipta di sisa waktu pertandingan, memastikan kemenangan dengan skor akhir 7-1. Curacao harus mengakui perbedaan kelas yang sangat jauh dengan lawannya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Jerman di Grup E. Sementara bagi Curacao, laga debut mereka berakhir dengan kekalahan telak, meski sempat menorehkan gol bersejarah. Pertandingan berikutnya akan menjadi ujian berat bagi kedua tim untuk bangkit atau mempertahankan momentum.