KALIMANTAN TIMUR — Stadion San Francisco Bay Area, Amerika Serikat, menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi sepak bola Yordania. Meski harus mengakui keunggulan Austria dengan skor 3-1, tim berjuluk Al-Nashama itu berhasil mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Perjalanan Yordania menuju Piala Dunia 2026 bukanlah tanpa hambatan. Setelah gagal di playoff antar konfederasi melawan Uruguay pada kualifikasi 2014 dengan agregat 0-5, tim ini bangkit dan hanya menelan tiga kekalahan dari 16 laga di putaran kedua dan ketiga kualifikasi zona Asia. Total 32 gol berhasil mereka lesakkan, atau rata-rata dua gol per pertandingan.
Kunci sukses lolosnya Yordania adalah generasi emas yang mulai bersinar sejak menjadi runner-up Piala Asia 2023. Pencapaian itu menjadi yang terbaik dalam sejarah partisipasi mereka di turnamen tersebut, melampaui capaian perempat final pada 2004.
FIFA bahkan menjuluki trio lini depan Yordania sebagai "trio of terror" selama kualifikasi. Ali Olwan, Yazan Al-Naimat, dan Mousa Al-Tamari menyumbang 24 dari 32 gol tim. Olwan menjadi top skor dengan sembilan gol, disusul Al-Naimat (8 gol) dan Al-Tamari (7 gol).
Namun, cedera lutut parah yang dialami Al-Naimat pada Piala Arab 2025 memaksanya absen di turnamen akbar ini. Pukulan telak itu tak menyurutkan solidaritas tim. Saat Olwan menyamakan kedudukan 1-1 pada menit ke-50, ia langsung mengangkat jersey nomor 11 milik Al-Naimat ke arah kamera.
Bek andalan Yordania yang juga cedera, Issam Smeeri, menegaskan momen itu bukan sekadar seremoni. "Para pemain di skuad kami tidak pernah meninggalkan satu sama lain dalam kondisi apapun. Semuanya saling mendukung di bawah kepemimpinan sang pelatih, Jamal Sellami," ujar Smeeri seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Gol Olwan menjadi penebus kegagalan Yordania mencetak gol di playoff antar konfederasi 2014 silam. Meski akhirnya Austria memastikan kemenangan lewat gol Romano Schmid dan dua gol lainnya, semangat juang Yordania patut diacungi jempol.
Kekalahan ini menempatkan Yordania di dasar klasemen Grup J. Mereka masih memiliki dua laga tersisa untuk membalikkan keadaan dan mewujudkan mimpi lolos ke babak gugur.