KALIMANTAN TIMUR — Strategi besar ini diungkapkan langsung oleh Stellantis dalam laporan Automotive News, Rabu (17/6/2026). Saat ini, Jeep masih memegang posisi puncak dengan target penjualan 740.000 unit pada periode yang sama. Namun, dengan lini produk Ram yang akan membengkak lebih dari dua kali lipat, peta kekuatan di grup otomotif raksasa ini dipastikan berubah drastis.
Penurunan penjualan Ram ke level terendah dalam 12 tahun pada 2025 menjadi pemicu utama agresivitas ini. Stellantis tidak ingin truk andalannya terus terbenam. Maka, mereka menyiapkan gempuran produk baru untuk melawan Chevrolet, Ford, dan Toyota di hampir semua segmen.
Ram tidak lagi hanya mengandalkan truk ukuran penuh. Strategi ekspansi mencakup segmen yang selama ini kosong di lini mereka. Pikap kompak dan midsize akan menjadi ujung tombak pertama untuk merebut pangsa pasar yang dikuasai kompetitor Jepang dan Amerika.
Sementara Ram bersiap menuai kesuksesan, nasib Maserati justru berada di ujung tanduk. CEO Stellantis, Antonio Filosa, mengungkapkan dalam sidang di parlemen Italia, Rabu (17/6/2026), bahwa pihaknya sedang dalam pembicaraan dengan dua mitra potensial untuk kerja sama merek mobil mewah tersebut.
"Kami akan segera memutuskan mitra mana yang akan dipilih," ujar Filosa. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa Maserati, yang masih menjual model-model baru hingga saat ini, tengah berjuang keras untuk bertahan di bawah naungan Stellantis. Alih-alih suntikan dana penuh, opsi kemitraan menjadi jalan keluar yang paling mungkin.
Di sisi lain, layanan otonom Waymo kembali diterpa masalah. Unit self-driving milik Alphabet ini menarik hampir 3.900 unit robotaxi di Amerika Serikat karena masalah perangkat lunak. Masalahnya krusial: mobil tidak bisa mengenali rambu penutupan jalur dan terus melaju ke dalam zona konstruksi jalan tol yang tertutup.
Ini adalah recall kedua Waymo dalam sebulan terakhir. Lebih dari belasan insiden tercatat sejak awal April 2026 di California dan Arizona. Waymo mengklaim armadanya lebih aman dari pengemudi manusia, namun insiden ini justru memperkuat keraguan publik terhadap keandalan teknologi otonom.
Tekanan juga dirasakan dealer di Amerika. Stok mobil bekas, yang biasanya dipasok dari kendaraan sewa (lease return) berusia tiga tahun, mulai menipis. Dampak pandemi yang mengganggu angka sewa beberapa tahun lalu kini terasa. Harga mobil baru yang terus meroket membuat permintaan mobil bekas justru melonjak.
Solusinya? Dealer mulai membeli mobil langsung dari pelanggan yang datang untuk servis rutin, seperti ganti oli. Strategi ini menjadi cara cepat untuk mengisi halaman penjualan mobil bekas di tengah keterbatasan pasokan tradisional. Bagi pemilik mobil, ini bisa menjadi tawaran menarik untuk menjual kendaraan tanpa repot.