Universitas Mulia di Samarinda Tekankan Pentingnya Leadership bagi Mahasiswa sebagai Bekal Utama Saat Masuk Dunia Kerja

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 22:30:01 WIB
Universitas Mulia Samarinda menekankan pentingnya kepemimpinan sebagai bekal utama mahasiswa memasuki dunia kerja.

SAMARINDA — Angka-angka di atas kertas transkrip nilai kerap menjadi syarat awal, tapi bukan jaminan. Ketika memasuki dunia kerja, perusahaan menuntut kemampuan lain dari fresh graduate yang tak selalu tercermin dalam indeks prestasi. Menjawab celah itu, Universitas Mulia di Samarinda menekankan pentingnya jiwa kepemimpinan bagi mahasiswanya sebagai modal utama memasuki persaingan profesional.

Leadership: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Kemampuan Mengelola Tim

Kampus yang berlokasi di Kalimantan Timur ini tidak sekadar mengajarkan teori manajemen di ruang kelas. Mereka mendorong mahasiswa untuk aktif dalam organisasi, proyek kolaboratif, dan simulasi pengambilan keputusan. Tujuannya sederhana: membentuk lulusan yang siap memimpin, bukan hanya siap diperintah.

“Perusahaan tidak mencari robot yang hanya bisa mengerjakan tugas. Mereka mencari individu yang bisa membaca situasi, mengarahkan rekan kerja, dan menyelesaikan masalah,” ujar perwakilan Universitas Mulia dalam keterangannya.

Mengapa Leadership Jadi Syarat Mutlak di Pasar Kerja Kaltim?

Kalimantan Timur, dengan geliat Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sektor industri ekstraktifnya, menuntut tenaga kerja yang adaptif. Proyek-proyek besar membutuhkan koordinator lapangan, bukan sekadar pelaksana teknis. Universitas Mulia membaca tren ini sejak dini. Mereka menempatkan kepemimpinan sebagai soft skill yang harus diasah bersamaan dengan hard skill di laboratorium atau studio.

“Saya sadar, IPK 3,8 tidak ada artinya kalau saya tidak bisa bicara di depan tim atau mengambil keputusan saat deadline mepet,” ujar seorang mahasiswa semester akhir yang mengikuti program tersebut.

Dampak Langsung: Mahasiswa Lebih Percaya Diri Saat Wawancara Kerja

Hasilnya mulai terlihat. Sejumlah mahasiswa yang mengikuti pelatihan kepemimpinan mengaku lebih percaya diri saat menghadapi wawancara kerja. Mereka tidak lagi canggung ketika ditanya soal pengalaman memecahkan konflik atau memotivasi anggota tim.

Perguruan tinggi di daerah lain di Kalimantan Timur pun mulai melirik pola ini. Mereka menyadari bahwa lulusan yang hanya pintar secara akademik tanpa kemampuan interpersonal akan kesulitan bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Apa yang Dicari Perusahaan dari Fresh Graduate?

Data dari beberapa portal lowongan kerja nasional menunjukkan bahwa tiga kemampuan paling dicari perusahaan pada lulusan baru adalah: komunikasi efektif, kemampuan bekerja dalam tim, dan inisiatif. Nilai akademik berada di urutan keempat atau kelima.

Universitas Mulia menempatkan temuan ini sebagai kurikulum tersembunyi. Mereka tidak ingin lulusannya hanya menjadi “kutu buku” yang gagap saat berhadapan dengan realitas industri.

“Kami ingin lulusan kami tidak hanya dicari karena ijazahnya, tapi karena kemampuannya membawa perubahan,” pungkas perwakilan kampus.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top