Jaga Pesisir Balikpapan dari Abrasi, Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro Pimpin Penanaman 5.000 Bibit Mangrove di Pantai Lamaru

Penulis: Jauhari Lubis  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:54 WIB
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro memimpin penanaman 5.000 bibit mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan.

BALIKPAPAN — Langkah ini bukan sekadar seremoni. Penanaman mangrove di Pantai Lamaru menjadi sinyal bahwa aparat kepolisian turun tangan dalam persoalan lingkungan yang mengancam permukiman dan ekosistem pesisir di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.

Akar Masalah: Abrasi yang Menggerus Pesisir Balikpapan

Pantai Lamaru bukan satu-satunya titik kritis. Sepanjang pesisir Balikpapan, abrasi telah menjadi ancaman tahunan yang mengikis daratan dan merusak hutan bakau alami. Data dari Dinas Lingkungan Hidup setempat mencatat, beberapa kawasan pesisir kehilangan puluhan meter garis pantai dalam satu dekade terakhir.

Penanaman 5.000 bibit mangrove oleh Polda Kaltim ini menjadi bagian dari upaya restorasi yang lebih besar. Bibit yang ditanam dipilih dari jenis Rhizophora mucronata, yang dikenal memiliki akar kuat dan mampu menahan gelombang serta sedimentasi.

Mengapa Polisi Turun Tangan dalam Isu Lingkungan?

Keterlibatan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dalam aksi lingkungan ini menunjukkan pergeseran peran kepolisian di era IKN. Selain menjaga keamanan, institusi Polri kini juga didorong menjadi motor penggerak program sosial dan lingkungan yang berdampak langsung ke masyarakat.

"Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup, khususnya dalam upaya mencegah abrasi di pesisir Balikpapan," ujar Irjen Pol Endar Priantoro di sela-sela kegiatan.

Langkah ini juga dinilai strategis karena Pantai Lamaru merupakan salah satu destinasi wisata andalan Balikpapan. Ekosistem mangrove yang sehat tidak hanya melindungi daratan, tetapi juga menjadi daya tarik ekowisata yang bisa menghidupkan ekonomi warga sekitar.

Apa Dampaknya bagi Warga Pesisir?

Bagi warga yang bermukim di sekitar Pantai Lamaru, keberadaan hutan mangrove adalah tameng alami. Saat air laut pasang atau gelombang tinggi menerjang, akar mangrove memperlambat laju air dan menahan material daratan agar tidak terkikis.

Penanaman 5.000 bibit ini diperkirakan mampu menambah tutupan lahan hijau di pesisir hingga beberapa hektare. Namun, keberhasilan restorasi ini sangat bergantung pada perawatan rutin pasca-penanaman. Tanpa perawatan, bibit mangrove rentan mati terbawa arus atau terkubur sampah plastik yang kerap memenuhi pesisir Balikpapan.

FAQ: Seputar Penanaman Mangrove dan Abrasi Pesisir

Apakah penanaman mangrove efektif mencegah abrasi?
Ya. Mangrove memiliki akar yang mampu memerangkap sedimen dan memperkuat struktur tanah di pesisir. Dalam jangka panjang, hutan mangrove bisa mengurangi kecepatan gelombang hingga 75 persen, sehingga daratan tidak mudah tergerus.

Berapa lama bibit mangrove tumbuh besar?
Bibit mangrove biasanya membutuhkan waktu 2–3 tahun untuk tumbuh setinggi 1–2 meter dan mulai berfungsi optimal sebagai penahan abrasi. Perawatan intensif pada tahun pertama sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup bibit.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top