SAMARINDA — Keputusan untuk tidak memberlakukan pembagian zona waktu ini diambil setelah server utama dan cadangan berhasil distabilkan pasca-perbaikan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan akses yang sebelumnya menyebabkan portal down pada hari-hari pertama pembukaan pendaftaran.
Gangguan pada portal SPMB Kaltim terjadi pada pekan lalu saat ribuan calon siswa dan orang tua secara serentak mengakses sistem di jam pembukaan pertama. Disdikbud Kaltim mencatat lonjakan trafik yang melampaui kapasitas bandwidth yang dialokasikan, sehingga server otomatis melakukan perlindungan diri dengan menolak permintaan akses.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua dan calon siswa, terutama mereka yang berada di daerah dengan koneksi internet terbatas. Banyak yang mengeluhkan tidak bisa mengakses portal selama hampir setengah hari penuh.
Awalnya, Disdikbud Kaltim berencana menerapkan sistem pembagian zona waktu pendaftaran berdasarkan wilayah kabupaten/kota untuk mengurangi beban server. Namun, setelah evaluasi teknis, tim IT memutuskan kebijakan itu tidak diperlukan lagi.
“Kami sudah melakukan penambahan kapasitas server dan optimasi sistem. Dengan kondisi saat ini, seluruh calon siswa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim bisa mendaftar kapan saja selama masa pendaftaran dibuka tanpa harus menunggu giliran zona,” ujar Kepala Disdikbud Kaltim dalam keterangan resminya.
Keputusan ini dinilai lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sistem yang fleksibel tanpa jadwal ketat dinilai dapat mengurangi stres dan kecemasan orang tua yang khawatir kehilangan kesempatan karena terkendala waktu.
Peristiwa down-nya server SPMB tahun ini menjadi catatan penting bagi Disdikbud Kaltim. Ke depan, simulasi beban puncak dan uji coba sistem secara berkala akan dijadwalkan lebih ketat sebelum masa pendaftaran dibuka.
“Ini adalah pembelajaran. Tahun depan kami akan mulai melakukan load testing sejak tiga bulan sebelumnya, bukan hanya beberapa hari,” tambahnya.
Bagi calon siswa yang belum mendaftar, portal SPMB Kaltim dapat diakses melalui laman resmi Disdikbud Kaltim. Pendaftaran akan ditutup sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Calon siswa dapat memantau status pendaftaran secara langsung melalui akun masing-masing di portal SPMB. Disdikbud juga menyediakan helpdesk melalui WhatsApp dan telepon untuk membantu kendala teknis yang dialami warga.
Disdikbud Kaltim mengimbau agar warga tidak panik. Jika terjadi gangguan serupa, tim teknis akan segera melakukan pemulihan. Data pendaftaran yang sudah masuk dijamin aman karena tersimpan di server cadangan yang terpisah.