SAMARINDA — Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan sekadar kawasan karst biasa. Ekosistemnya menyimpan jejak prasejarah berupa lukisan gua yang usianya diperkirakan mencapai puluhan ribu tahun. Jika lolos seleksi, Kalimantan Timur akan memiliki warisan geologi kelas dunia yang setara dengan Geopark Batur di Bali atau Geopark Ciletuh di Jawa Barat.
Pengakuan UNESCO bukan sekadar gengsi. Status global geopark membuka akses pendanaan internasional untuk konservasi, riset, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Bagi daerah seperti Kutai Timur dan Berau, ini bisa menjadi mesin ekonomi baru di luar tambang dan sawit.
DPRD Kaltim menilai proses verifikasi nasional menjadi gerbang kunci. Jika tim penilai dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberi lampu hijau, dokumen pengajuan akan dikirim ke markas UNESCO di Paris. Juli 2026 menjadi batas waktu yang tidak bisa ditawar.
Verifikasi tidak hanya menakar keindahan alam. Tim penilai akan menguji tiga pilar utama geopark: warisan geologi (geoheritage), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan pelibatan masyarakat lokal (community empowerment).
Sangkulirang-Mangkalihat memiliki keunggulan di aspek budaya. Lukisan tangan di dinding gua yang ditemukan sejak 1990-an menjadi bukti hunian manusia purba. Namun, akses jalan yang terbatas dan minimnya pusat informasi di lokasi masih menjadi catatan.
DPRD mendorong pemkab di dua wilayah itu segera menyusun peta jalan pengelolaan. Tanpa dokumen tata kelola yang jelas, kata anggota Komisi II DPRD Kaltim, peluang lolos verifikasi bisa menipis.
Warga di Kampung Merabu, salah satu pintu masuk kawasan karst, selama ini mengandalkan hasil hutan dan pertanian ladang. Jika geopark diakui UNESCO, desa-desa penyangga bisa mengembangkan homestay, pemandu wisata, atau kerajinan lokal.
Namun, status global geopark juga membawa konsekuensi. Aktivitas pertambangan kapur ilegal di beberapa titik harus dihentikan. DPRD memastikan akan mengawal proses transisi ekonomi masyarakat agar tidak ada warga yang dirugikan.
Q: Apa bedanya Geopark Nasional dengan UNESCO Global Geopark?
A: Geopark Nasional ditetapkan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf. Sementara UNESCO Global Geopark adalah pengakuan internasional yang mewajibkan pengelolaan berbasis konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Status ini dievaluasi ulang setiap empat tahun.
Q: Apakah ada geopark lain di Kalimantan yang sudah diakui UNESCO?
A: Hingga saat ini, belum ada geopark di Kalimantan yang menyandang status UNESCO Global Geopark. Sangkulirang-Mangkalihat menjadi calon terkuat setelah masuk daftar prioritas nasional.