Sensus Ekonomi 2026 di Kaltim: 3.000 Petugas Disiapkan, Sektor Perdagangan Jadi Andalan Penajam Paser Utara

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 29 Juni 2026 | 21:37:31 WIB
Petugas sensus ekonomi 2026 tengah mendata pelaku usaha di Penajam Paser Utara.

PENAJAM PASER UTARA — Sebanyak 191 petugas pencacah diterjunkan khusus untuk mendata pelaku usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara dalam Sensus Ekonomi 2026. Kepala BPS Provinsi Kalimantan Timur Mas'ud Rifai menyatakan pendataan tengah berlangsung dan menargetkan seluruh unit usaha, kecuali sektor pertanian, tercatat secara menyeluruh.

Hasil Sensus 2016: 19.000 Unit Usaha, Tumbuh 75 Persen

Sensus Ekonomi 2016 mencatat sektor perdagangan mendominasi struktur ekonomi Penajam Paser Utara. BPS berhasil mendata sekitar 19.000 unit usaha, melonjak 75 persen dibandingkan hasil pendataan 2006.

"Tahun ini dilakukan kembali sensus ekonomi. Untuk wilayah Kaltim diterjunkan 3.000 petugas pencacah," ujar Mas'ud Rifai, Sabtu.

Data Tak Sekadar Jumlah, Tapi Serapan Tenaga Kerja

Sensus ini tidak hanya menghitung jumlah pelaku usaha, tetapi juga mengukur penyerapan tenaga kerja di setiap sektor. Hasilnya akan membantu pemerintah daerah mengidentifikasi sektor yang paling berkontribusi terhadap perekonomian lokal.

"Seluruh skala unit usaha atau perusahaan didata pada sensus ekonomi, kecuali sektor pertanian," katanya.

Imbauan ke Pelaku Usaha: Data Dijamin Rahasia

BPS mengimbau masyarakat dan pelaku usaha di Penajam Paser Utara untuk menerima kedatangan petugas sensus dan memberikan data yang benar. Seluruh informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Melalui pendataan ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran utuh mengenai sektor unggulan, pola pertumbuhan, hingga titik lemah ekonomi daerah. Hasil akhir sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ke depan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top