SAMARINDA — Insiden tabrakan tongkang di Jembatan Mahakam Ulu terjadi saat kapal penarik bernama Mutiara Zamzam tiba-tiba kehilangan tenaga. Beban berat muatan pupuk membuat tongkang terseret arus Sungai Mahakam hingga membentur tiang jembatan.
Peristiwa berawal ketika dua kapal kayu menarik tongkang melintasi kolong Jembatan Mahakam Ulu. Salah satu kapal penarik, Mutiara Zamzam, dilaporkan mengalami mati mesin di tengah arus deras.
Diduga karena beban tongkang yang penuh muatan pupuk, kapal tidak mampu dikendalikan dan terbawa arus hingga menghantam struktur penyangga jembatan. Belum ada laporan mengenai kerusakan signifikan pada tiang jembatan akibat benturan tersebut.
Penyidik KSOP langsung mengamankan nakhoda dan pemilik kapal untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan difokuskan pada dua hal: kelayakan dua kapal kayu sebagai kapal penarik dan dugaan kelalaian dalam pengoperasian.
"Kami periksa apakah ada pelanggaran terkait kriteria kapal tunda dan prosedur keselamatan," ujar sumber dari lingkungan KSOP. Kapal tongkang yang terlibat insiden kini ditahan di pelabuhan setempat selama proses penyidikan berlangsung.
Sungai Mahakam yang melintasi Samarinda dikenal memiliki arus cukup deras, terutama saat debit air tinggi. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesiapan mesin kapal penarik saat melintasi kolong jembatan utama di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur.
Belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola jembatan atau Dinas Perhubungan setempat mengenai potensi dampak struktural. Masyarakat pengguna jembatan masih dapat melintas seperti biasa.