KALIMANTAN TIMUR — PulseKit hadir sebagai solusi dashboard terpadu bagi pengguna ekosistem Apple. Aplikasi ini mendukung iPhone, iPad, Mac, dan Apple Watch, serta terintegrasi dengan mode StandBy di iPhone saat perangkat sedang diisi daya di meja kerja.
Secara bawaan, PulseKit dapat terhubung dengan sekitar 30 platform. Beberapa yang paling menonjol antara lain App Store Connect, Cloudflare, Discord, GitHub, Google Analytics, Gumroad, Patreon, Product Hunt, Supabase, dan Vercel.
Dengan koneksi ini, pengguna bisa memantau metrik seperti jumlah unduhan aplikasi, traffic situs web, angka penjualan produk, jumlah pelanggan, atau status server — semuanya dari satu tempat.
Keunggulan utama PulseKit adalah kemudahan akses. Semua data analitik bisa ditampilkan dalam bentuk widget di layar utama (home screen) dan layar kunci (lock screen) iPhone. Tidak diperlukan kemampuan coding untuk mengatur koneksi ke platform-platform tersebut.
Bagi pengembang, kreator konten, dan builder digital, aplikasi ini menyediakan satu titik pandang untuk melihat performa berbagai layanan. Tim pengembang juga terbuka terhadap masukan jika ada platform penting yang belum didukung.
PulseKit dapat diunduh gratis dari App Store untuk perangkat Apple yang menjalankan iOS 18.6 dan versi lebih baru. Versi gratis memiliki fitur terbatas.
Untuk pengalaman penuh dengan widget tak terbatas, pengguna bisa berlangganan Pulse Pro seharga $5,99 per bulan (sekitar Rp 99.000) atau $59,99 per tahun (sekitar Rp 990.000).
Aplikasi ini merupakan bagian dari seri Indie App Spotlight, sebuah rubrik mingguan dari 9to5Mac yang menampilkan aplikasi-aplikasi terbaru dari pengembang independen. PulseKit cocok digunakan oleh pengembang aplikasi, kreator yang menjual produk digital, atau siapapun yang perlu memantau metrik bisnis secara real-time dari perangkat Apple mereka.