KALIMANTAN TIMUR — EA dan Codemasters meluncurkan paket konten terbesar untuk F1 25 sejak rilis perdana pada Mei 2025. Pembaruan ini menghadirkan dua tim anyar: Audi yang mengambil alih Sauber dan Cadillac sebagai pabrikan mobil Amerika Serikat pertama di ajang F1. Sirkuit baru bernama MADRING juga ditambahkan, sebuah lintasan hybrid sepanjang 5,4 km yang memadukan trek jalan raya dan sirkuit permanen dengan tikungan teknis dan seksi kecepatan tinggi.
DLC ini hanya bisa dimainkan menggunakan mobil regulasi 2026. Tim pengembang menyebut mobil di game kini lebih ringan, lebih lincah, dan lebih sulit dikendalikan di batas grip—mirip dengan kondisi nyata di musim balap tahun depan.
Salah satu perubahan fundamental ada pada sistem aerodinamika aktif. Sayap depan dan belakang mobil bergerak secara real-time antara mode lurus dan mode tikungan. Tujuannya memberikan kecepatan lebih tinggi di lintasan lurus sekaligus respons lebih baik saat bermanuver di tikungan.
Fitur DRS (Drag Reduction System) yang sudah bertahun-tahun menjadi andalan kini digantikan oleh Overtake Mode. Mode ini memberikan dorongan tenaga hingga 500 tenaga kuda saat pengemudi berada dalam jarak satu detik dari mobil di depan. Bedanya, dorongan ini bisa digunakan sekaligus atau dipecah sepanjang putaran lintasan.
Manajemen baterai lewat Energy Recovery System (ERS) juga menjadi elemen krusial. Regulasi 2026 menempatkan ketergantungan tinggi pada efisiensi baterai, yang berarti pengemudi harus pintar mengatur energi. Fitur ini disebut sebagai aspek paling kontroversial dari regulasi baru, baik di dunia nyata maupun di dalam game.
Tim penguji dari Tom's Hardware menguji tujuh kartu grafis berbeda di sirkuit Monaco—salah satu trek paling berat di game. Pengujian dilakukan tanpa upscaling dan menggunakan TAA pada tiga mode: rasterization, ray tracing, dan path tracing.
Hasil menunjukkan performa rasterization sangat baik di hampir semua GPU, kecuali RX 6500 XT dengan VRAM 4GB yang kesulitan di setting maksimal. RTX 5060 dengan 8GB juga mulai kepayahan di resolusi 4K. Namun di 1080p dengan preset Medium atau Low, RX 6500 XT masih bisa rata-rata di atas 60 FPS.
Saat ray tracing diaktifkan, sebagian besar GPU masih mampu menghasilkan 60 FPS di 1080p. Namun di 4K native, hanya RTX 5090 yang bermain aman tanpa kompromi. Untuk path tracing—fitur yang paling transformatif secara visual—rekomendasi hanya untuk GPU kelas RTX 5090, RTX 5080, atau RTX 4090. Itu pun harus dibantu DLSS Performance agar frame rate tetap stabil di semua sirkuit.
Satu catatan positif dari hasil benchmark: game berjalan mulus tanpa stuttering di semua setting dan resolusi yang diuji. Bahkan saat rata-rata frame rate rendah, grafik frametime tetap datar. Codemasters dinilai konsisten merilis game F1 yang skalabel, sehingga pemain dengan GPU entry-level hingga high-end bisa mendapatkan pengalaman 60 FPS dengan penyesuaian setting yang tepat.
Bagi pemilik F1 25 yang sudah memiliki game dasar, DLC 2026 Season Pack bisa dibeli terpisah. Untuk pemain baru, tersedia paket F1 25: 2026 Season Edition yang langsung menyertakan konten musim 2026 lengkap dengan game dasar.