KALIMANTAN TIMUR — Kepastian peringkat investasi dari S&P menjadi katalis utama yang mendorong aksi beli di sesi akhir. Sepanjang hari, indeks sempat bergerak fluktuatif di kisaran 5.900-5.950, sebelum akhirnya melesat pada 30 menit terakhir perdagangan dan ditutup di level tertinggi harian.
Aktivitas perdagangan tercatat ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp12,14 triliun. Sebanyak 25,07 miliar saham berpindah tangan dalam 2,676 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut terdongkrak menjadi Rp10.509 triliun.
Sentimen positif mendominasi dengan 392 saham ditutup menguat, sementara 268 saham melemah dan 305 saham stagnan. Data ini menunjukkan kepercayaan investor kembali pulih setelah beberapa hari sebelumnya indeks tertekan oleh aksi ambil untung.
Hampir seluruh sektor industri ditutup di zona hijau. Sektor barang baku menjadi pemimpin dengan kenaikan 2,96%, disusul sektor energi yang menguat 2,66%, dan sektor perindustrian sebesar 2,44%. Kenaikan harga komoditas global turut menjadi angin segar bagi saham-saham berbasis sumber daya alam.
Penguatan di sektor energi juga didorong oleh ekspektasi stabilnya permintaan domestik seiring dengan terjaganya peringkat utang Indonesia. Hal ini memberikan sinyal positif bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi dolar AS.
Keputusan S&P mempertahankan peringkat BBB dengan outlook stabil dinilai sebagai pengakuan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang solid. Peringkat ini menjadi salah satu acuan utama investor asing dalam menentukan alokasi aset di pasar negara berkembang.
Bagi investor, keputusan ini setidaknya menghilangkan satu sumber ketidakpastian dalam jangka pendek. Sejumlah analis memperkirakan IHSG berpotensi menguji level resisten berikutnya di kisaran 6.100-6.150 dalam beberapa sesi mendatang, meskipun tetap perlu mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan aliran modal asing. Investasi mengandung risiko.