PENAJAM — Hasil pemantauan Satpol PP PPU di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan BBM masyarakat di sejumlah wilayah belum terlayani secara optimal. Persoalan utamanya bukan pada pasokan, melainkan pada infrastruktur penyaluran yang belum merata.
“Kalau melihat hasil identifikasi di lapangan, persoalan utamanya memang kebutuhan SPBU. Masih ada wilayah yang belum terlayani dengan baik,” ujar Ali Tubo kepada awak media, baru-baru ini.
Salah satu indikasi nyata dari minimnya SPBU adalah peristiwa di Kecamatan Babulu beberapa pekan lalu. Lonjakan kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM sempat mengganggu arus lalu lintas dan aktivitas warga sekitar.
“Beberapa minggu lalu kami melakukan pengamanan dan penertiban di SPBU Babulu karena terjadi lonjakan antrean kendaraan yang cukup tinggi,” kata Ali.
Kejadian serupa dinilai berpotensi terulang di wilayah lain, seperti Sungai Parit dan Kecamatan Penajam, yang juga memiliki kebutuhan bahan bakar cukup tinggi namun minim titik penyaluran resmi.
Ali Tubo menegaskan bahwa keterbatasan SPBU merupakan persoalan mendasar di hulu yang harus segera dibenahi. Satpol PP PPU telah menyampaikan masukan kepada pimpinan daerah untuk mendorong penambahan titik penyaluran BBM.
Salah satu opsi yang dinilai paling realistis adalah pengembangan Pertashop di desa dan kelurahan yang belum terjangkau SPBU konvensional. Model ini dianggap lebih efisien untuk menjangkau kawasan pedalaman.
“Mungkin bisa didorong pengembangan Pertashop di wilayah desa atau kelurahan karena kebutuhan BBM masyarakat memang cukup tinggi,” jelasnya.
Persoalan distribusi BBM di PPU bukanlah hal baru. Sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terus meningkat, namun infrastruktur pendukung di wilayah pelosok belum berimbang.
Ali berharap pemerintah daerah bisa segera merumuskan kebijakan yang mendorong investor atau badan usaha untuk membuka SPBU maupun Pertashop di titik-titik yang selama ini terabaikan. “Faktor keterbatasan SPBU yang belum menjangkau wilayah-wilayah itu menjadi persoalan di hulunya,” pungkasnya.